Terjaring Operasi Yustisi, Pria di Cakung Tabrak Satpol PP

dis, CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2020 08:56 WIB
Seorang pria kedapatan tak memakai masker saat menyetir mobil. Namun saat akan dihentikan ia malah menabrak petugas Satpol PP. Operasi yustisi digelar di DKI Jakarta untuk mendisiplinkan warga agar mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang pria berinisial IBC nekat menabrak anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat mobil yang dikendarainya dihentikan petugas di Cakung, Jakarta Timur, Rabu (23/4).

IBC terjaring operasi yustisi karena tak mengenakan masker saat berkendara.

Kepala Satpol PP Jaktim Budhy Novian mengatakan kejadian itu bermula saat IBC melintas dari arah Cakung Timur menuju Ujung Menteng. IBC diberhentikan oleh petugas lantaran terlihat tidak mengenakan masker.


"Yang bersangkutan tidak mau berhenti dan langsung menabrak petugas dan petugas tersebut terjatuh di aspal," kata Budhy dalam keterangannya, Kamis (24/9).

Mobil itu terus melaju namun akhirnya berhasil diberhentikan oleh anggota Satpol PP, Polsek Cakung, anggota Koramil hingga Dishub 20 meter dari lokasi kejadian.

Akibat tabrakan itu, korban anggota Satpol PP itu mengalami luka memar di pundak sebelah kiri serta luka lecet pada pergelangan tangan kiri.

"Kejadian tersebut telah dilaporkan ke Polsek Metro Cakung serta dibuatkan visum et repertum dari rumah sakit," ucap Budhy.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Cakung Kompol Satria menuturkan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap IBC terkait peristiwa itu.

Namun, keterangan yang diberikan oleh IBC berubah-ubah sehingga ada dugaan yang bersangkutan memiliki gangguan kejiwaan.

"Pelaku diduga memiliki gangguan kejiwaan, terlihat dari keterangan yang berubah-ubah dan juga keterangan dari RT RW tempat pelaku tinggal yang mengatakan hal yang sama (diduga gangguan jiwa)," tuturnya.

Satria menuturkan pihaknya telah membawa IBC ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan.

Di sisi lain, Satria mengungkapkan anak IBC yang turut bersama di dalam mobil diduga menjadi korban kekerasan.

"Diduga korban kekerasan. Ada luka lebam dan sundutan rokok," ujarnya.

Satria menyebut anak laki-laki berusia 10 tahun itu saat ini telah ditangani oleh pihak Suku Dinas Sosial Jaktim.

(sur/sur)

[Gambas:Video CNN]