Kronologi Perusakan Polres Yalimo & Penganiayaan Kasat Intel

CNN Indonesia | Jumat, 25/09/2020 10:14 WIB
Polda Papua menyebut perusakan Mapolres Yalimo berawal dari proses hukum terhadap bengkel penjual miras jenis Vodka. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal menjelaskan kronologi perusakan Mapolres Yalimo dan penganiayaan Kasat Intel Polres Yalimo oleh sejumlah warga, Kamis (24/9) kemarin.

Kamal mengungkapkan, peristiwa itu bermula sekitar pukul 11.00 WIT. Saat itu piket SPKT Polres Yalimo mendapat laporan dari masyarakat soal rencana massa melakukan perusakan dan pembakaran terhadap bengkel motor di Elelim.

Rencana perusakan diduga karena tempat itu dicurigai menjual minuman keras (miras). Berbekal laporan tersebut, aparat kepolisian mendatangi TKP.


Kamal menuturkan saat petugas datang massa telah terkonsentrasi di TKP. Saat itu, massa meminta anggota untuk bersama-sama melakukan penggeledahan rumah.

Dari hasil penggeledahan, kata Kamal, anggota berhasil menemukan sebanyak delapan botol miras jenis Vodka yang berada di dapur tepat di bawah kompor masak.

"Kemudian massa meminta barang bukti tersebut di bawa ke Polres dengan di arak sepanjang jalan," kata Kamal dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9)

Namun, kata Kamal, setiba di Polres tepatnya di ruang SPKT, massa tidak terima dan melakukan pengerusakan terhadap ruang SPKT Polres Yalimo. Kamal tidak menjelaskan penyebab massa melakukan perusakan itu. 

"Setelah pelaku dan barang bukti dibawa, ada yang teriak bahwa (polisi) melindungi penjual miras, dengan spontan warga melempar (batu)," kata Kamal saat dikonfirmasi, Kamis (24/9).

"Selanjutnya anggota menghalau massa keluar dari Mapolres, dan massa yang kurang puas kemudian berkumpul di sekitar tower Telkomsel yang jaraknya sekitar 200 Meter dari Mapolres," ucap dia.

Kemudian sekitar pukul 13.00 WIT, Kasat Intel Polres Yalimo Ipda Samuel Yunus mendatangi massa. Ipda Samuel hendak berkomunikasi dan memberi imbauan bahwa permasalahan tersebut sudah ditangani polisi.

Kamal menyebut saat komunikasi berlangsung, tiba-tiba salah satu warga menganiaya Kasat Intel dan mengakibatkan massa yang lain ikut melakukan penganiayaan.

Kasat Intel yang merasa terdesak lalu menyelamatkan diri dengan berlari ke Mapolres Yalimo. Sementara warga yang melakukan penganiayaan melarikan diri ke arah rumah warga.

Ia mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan dan penyidikan atas peristiwa ini.

"Kasus tersebut kini sedang tangani oleh Sat Reskrim Polres Yalimo. Kasat Intel Ipda Samuel dirujuk ke RS Bhayangkara Jayapura," ucap dia.

(yoa/wis)

[Gambas:Video CNN]