ICW: Penindakan Korupsi KPK Terjun Bebas 6 Bulan Terakhir

CNN Indonesia | Rabu, 30/09/2020 06:12 WIB
Berdasarkan catatan ICW, pada semester I 2020 KPK baru menangani 6 kasus tindak pidana korupsi, jauh dibandingkan tahun lalu yang menangani 28 kasus. ICW menyebut penindakan kasus korupsi yang dilakukan KPK pada Semester I 2020 dibanding tahun lalu terjun bebas. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat terjadi penurunan penindakan kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada semester I 2020 jika dibandingkan periode yang sama pada 2019.

Catatan ICW itu berdasarkan penanganan kasus korupsi yang telah masuk tahap penyidikan dan telah ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Memang yang mengecewakan adalah ini dari semester I 2019 dibanding semester I 2010 ini kinerja KPK terjun bebas, dalam konteks negatif. Bahwa kemudian kinerja KPK di semester I 2020 sangat buruk dalam konteks penindakan," kata Peneliti ICW, Wana Alamsyah dalam diskusi virtual, Selasa (29/9).


Berdasarkan data yang dipaparkan Wana, sejak 2016 hingga 2019 pada semester 1, KPK menangani rata-rata 20 kasus. Secara rinci, pada 2016 terdapat 18 kasus, pada 2017 terdapat 21 kasus, 2018 terdapat 30 kasus, 2019 terdapat 28 kasus. Sementara semester I 2020 hanya 6 kasus.

Wana menjelaskan penanganan yang baru 6 kasus ini juga jauh dari target 120 kasus dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) KPK 2020.

"Realisasi hanya 6 kasus atau hanya 5 persen. Secara hitung-hitungan harusnya semester 1 KPK, dapat menindaklanjuti kasus korupsi yang masuk tahap penyidikan sebanyak 60 kasus, tapi ekspektasi tidak sesuai dengan realita," kata Wana.

Menurut Wana, ada dua hal yang diduga menjadi penyebab menurunnya tren penindakan kasus korupsi oleh KPK pada semester I ini. Pertama, kata dia, terkait dengan revisi Undang-Undang KPK yang dinilai semakin mempersulit kerja penyidik.

"Kedua karena figur pemimpin yang diduga bermasalah. Kalau kita lihat kemarin soal dugaan pelanggaran etik. Ini jangan-jangan salah satu kontribusi yang dilakukan pimpinan KPK, yang diduga bermasalah," ucap dia.

Kasus Korupsi di Kejaksaan dan Polri

Selain KPK, ICW juga menyoroti penindakan kasus korupsi di Kejaksaan dan Polri. Di Kejaksaan, kata Wana, terjadi tren peningkatan penindakan kasus pada semester 1 2020 dibanding semester 1 2019.

Berdasarkan data ICW, pada 2016 terdapat 133 kasus, pada 2017 terdapat 135 kasus, 2018 terdapat 68 kasus, 2019 terdapat 43 kasus, sementara 2020 terdapat 91 kasus.

Meski demikian, Wana menyebut jumlah kasus yang ditangani Kejaksaan pada semester I ini masih jauh dari 566 target kasus seluruh kejaksaan di Indonesia.

Begitu juga dengan Kepolisian. Wana mengatakan terjadi tren peningkatan penindakan kasus pada semester 1 2020 dibanding semester 1 2019.

Berdasarkan data ICW, pada 2016 terdapat 59 kasus, pada 2017 terdapat 140 kasus, 2018 terdapat 41 kasus, 2019 terdapat 51, dan 2020 terdapat 72 kasus.

Seperti halnya dengan KPK dan Kejaksaan, Wana menyatakan, 72 kasus itu masih jauh dari 1.539 target kasus dari seluruh kantor kepolisian di Indonesia.

Wana lalu menyimpulkan, dari ketiga institusi itu, kinerja aparat penegak hukum dalam penindakan kasus korupsi masih buruk pada semester 1 2020.

"Hal itu dapat dilihat dari target pencapaian sesuai dengan DIPA tahun anggaran 2020 yang persentasenya di bawah 50 persen," kata dia.

(yoa/fra)

[Gambas:Video CNN]