WN China Terpidana Mati Kabur, Polisi Usut Peran Orang Dalam

CNN Indonesia | Rabu, 30/09/2020 01:17 WIB
Penyidik Polda Metro Jaya menyelidiki kemungkinan keterlibatan pihak Lapas Tangerang usai WN China terpidana mati, Cai Chang Pan, kabur. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Penyidik Polda Metro Jaya menyelidiki kemungkinan keterlibatan pihak Lapas Tangerang usai WN China terpidana mati, Cai Chang Pan, kabur. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, mengatakan pihaknya tengah menyelidiki soal dugaan keterlibatan pihak Lapas I Tangerang terkait pelarian terpidana mati kasus narkoba asal China, Cai Chang Pan alias Cai Ji Fan.

Yusri menyebut sejauh ini sudah ada 14 saksi yang dimintai keterangan untuk mengusut peristiwa tersebut dan mencari keberadaan Cai.

"Apa ada keterlibatan-keterlibatan anggota (Lapas) dalam hal ini kita masih melakukan pemeriksaan bersama-sama tim dari lapas sendiri," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Selasa (29/9).


Yusri menyebut petugas Lapas yang sedang berjaga saat Cai melarikan diri juga turut diperiksa. Namun, Yusri tak mengungkapkan ada berapa petugas yang diperiksa.

"Semua kita lakukan pemeriksaan, ada tiga shift petugas di sana pada saat itu, kita lakukan pemeriksaan," ucap Yusri.

Diungkapkan Yusri, dari keterangan saksi yang merupakan masyarakat di sekitar Lapas, menyebut bahwa Cai sempat membeli rokok.

"Sempat melihat dia sempat membeli rokok, itu kita lakukan pemeriksaan, ini masih kita dalami terus," tuturnya.

Cai Chang Pan alias Cai Ji Fan diketahui kabur dari Lapas Klas I Tangerang, Banten, pada 14 September lalu. Dia kabur dengan cara menggali tanah kamar tahanannya.

Cai sendiri telah divonis mati terkait kasus penyelundupan sabu seberat 110 kg pada 2016.

Untuk mempersempit ruang gerak Cai, kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk melakukan pencekalan.

"(Kerjasama dengan Imigrasi) sudah dilakukan, termasuk pencekalan paspor yang bersangkutan sudah kita koordinasikan dengan pihak imigrasi dan dilakukan pencekalan, jangan sampai melarikan diri ke luar negeri," kata Yusri, Selasa (29/9).

(dis/ayp)

[Gambas:Video CNN]