Pulang Ziarah di Kalibata, Gatot dan Purnawirawan TNI Didemo

CNN Indonesia | Rabu, 30/09/2020 19:50 WIB
Rombongan Purnawirawan TNI bersama Gatot Nurmantyo berziarah di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Mereka didemo saat pulang. Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rombongan Purnawirawan TNI, termasuk mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, melakukan ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Rabu (30/9). Di tempat yang sama, massa menggelar demo saat rombongan itu pulang.

Koordinator Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani juga menghadiri acara tersebut. Dia sempat melihat beberapa mobil komando dari orator pengunjuk rasa yang terparkir di sekitar TMP Kalibata.

"Tapi memang saya lihat, setelah saya naik mobil mau keluar ada beberapa mobil kijang dan lain-lain yang pake toa-toa itu. Mungkin itu yang dimaksud aksi penolakan itu," kata Ahmad Yani saat dihubungi CNNIndonesia.com.


Meski demikian, dia tidak mengetahui dari mana massa pedemo tersebut.

Menurutnya, mereka datang menjelang sore hari. Saat itu, sejumlah tokoh purnawirawan TNI sudah kembali pulang lantaran upacara dan ziarah telah selesai.

Dalam acara itu, kata Yani, Gatot Nurmantyo juga hadir untuk melakukan ziarah. Dia pun tidak menampik bahwa kehadiran Gatot memungkinkan untuk meramaikan situasi.

"Kalau Pak Gatot kan senyum-senyum saja dia didemo, kan. Tapi kalau prajurit lainnya kalau sumbu pendek itu bahaya," ujar Yani.

"Dengan peristiwa Pak Gatot kemarin saja mereka merasa dihina panglima mereka," tambahnya.

GP Ansor menggelar apel kebangsaan dalam rangkaian kirab satu negeri di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta Selatan, MInggu, 14 Oktober 2018. (Dok. PW GP Ansor DKI Jakarta)Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu, 14 Oktober 2018. (Dok. PW GP Ansor DKI Jakarta)

Sebelumnya, kehadiran Gatot dalam acara Silaturahim Akbar KAMI, Jawa Timur, pada Senin (28/9) lalu juga sempat mendapat protes dari kelompok masyarakat.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budi Sartono membenarkan bahwa sempat ada sekelompok massa yang menggelar demo saat acara tabur bunga di TMP Kalibata.

Budi mengatakan mereka hadir saat acara tabur bunga telah selesai. Namun, dia tak mengungkapkan dari mana kelompok massa tersebut.

"Pada saat sudah selesai dan mau pulang ada kelompok yang datang orasi," kata Budi kepada wartawan, Rabu (30/9).

Budi menyebut untuk mencegah bentrokan, personel gabungan Polri-TNI langsung melakukan pembubaran terhadap massa aksi.

"Enggak ada bentrok," kata Budi.

Dia menyampaikan para purnawirawan langsung kembali ke kediaman masing-masing setelah acara tabur bunga itu selesai.

Ahmad Yani menerangkan bahwa kehadiran purnawirawan TNI di TMP Kalibata untuk melakukan ziarah dan upacara penghormatan kepada pahlawan-pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965.

Dalam situasi pandemi virus corona (Covid-19) kali ini, Ahmad mengatakan hanya ada sekitar 20 orang yang mewakili purnawirawan TNI untuk bisa masuk ke lokasi TMP Kalibata.

"Yang saya lihat tadi ada Pak Jenderal Gatot Nurmantyo, ada Slamet Soebijanto, ada Letjen Marinir Suharto, ada Mayjen Soenarko, terus ada beberapa jenderal-jenderal lain," ujar dia.

Sementara, kata Yani, pihak KAMI mendapat undangan menghadiri kegiatan ziarah pahlawan pada hari ini. Selain dirinya, koalisi itu diwakili beberapa tokoh seperti Rochmat Wahab dan Habib Muchsin Alatas.

Menurutnya, kehadiran Gatot dalam kegiatan itu dalam kapasitasnya sebagai purnawirawan TNI, bukan mewakili KAMI.

(mjo/dis/pmg)

[Gambas:Video CNN]