Satgas Sebut Angka Kematian Covid-19 di 10 Provinsi Stagnan

CNN Indonesia | Jumat, 02/10/2020 04:45 WIB
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan angka kematian di 10 provinsi prioritas cenderung stagnan. Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan angka kematian di 10 provinsi prioritas cenderung stagnan. (Dok. Biro Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (#SatgasCovid19), Wiku Adisasmito, mengatakan angka kematian di 10 provinsi prioritas cenderung stagnan.

"Untuk kematian cenderung stagnan, bahkan mengalami peningkatan pada sejumlah provinsi prioritas," katanya dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (1/10).

Provinsi yang mengalami peningkatan angka kasus meninggal termasuk Jawa Timur, Sumatera Utara, Papua, Bali dan Banten. Sedangkan di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan angka kematian menurun.

Perhitungan ini diambil berdasarkan perbandingan kondisi kasus corona selama dua minggu di tanggal 21-27 September dengan dua minggu sebelumnya, 14-20 September.


Sedangkan secara akumulatif, kontribusi 10 provinsi tersebut terhadap angka kasus meninggal nasional cenderung meningkat. Berdasarkan data Satgas Covid-19, angka naik dari 77,67 persen menjadi 80.18 persen.

Pada 13 September, tercatat ada 6.775 kasus meninggal di provinsi prioritas atau 77,67 persen dari 8.723 kasus meninggal nasional.

Angka kematian di provinsi prioritas naik menjadi 7.687 kasus atau 80,47 persen dari 9.553 kasus meninggal nasional per 20 September.

Kemudian angkanya naik lagi pada 27 September, dengan 8.327 kasus meninggal di provinsi prioritas atau 80,18 persen dari 10.386 kasus meninggal nasional.

"Namun jika dilihat persentase kontribusi 10 provinsi prioritas terhadap jumlah kasus aktif nasional cenderung mengalami penurunan," lanjut Wiku.

Pada 13 September, terdapat 39.271 kasus aktif di provinsi prioritas atau 71,86 persen dari 54.649 kasus aktif nasional.

Angkanya menurun pada 20 September, dengan 40.693 kasus aktif di provinsi prioritas atau 70,41 persen dari 57.796 kasus aktif nasional.

Dia mengatakan persentase kasus aktif menurun lagi di 27 September, dengan 41.798 kasus aktif di provinsi prioritas atau 67,62 persen dari 61.813 kasus aktif nasional.

Penurunan juga ditemukan pada kasus sembuh. Pada 13 September kasus sembuh di provinsi prioritas ada 124.237 orang atau 80.15 persen dari 155.010 kasus sembuh nasional.

Angkanya turun pada 20 September, dengan 141.244 kasus sembuh di provinsi prioritas atau 79,65 persen dari 177.327 kasus sembuh nasional.

Kemudian turun lagi dengan 161.091 kasus sembuh atau 79,35 persen dari 203.014 kasus sembuh nasional pada 27 September.

Kasus di Papua Melonjak

Jika dilihat per provinsi, Wiku mengatakan perkembangan laju penyebaran corona tergolong bervariasi. Namun peningkatan kasus aktif yang signifikan ditemukan di Papua.

"Papua mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari 22,7 persen pada 13 September menjadi 35,7 persen di 27 September. Ini perlu jadi perhatian," ucapnya.

Selain Papua, peningkatan kasus aktif juga didapati di Sulawesi Selatan dari 20,77 persen pada 13 September menjadi 23,23 persen pada 27 September. Sedangkan pada provinsi lainnya, kasus aktif cenderung menurun.

Kasus Covid-19 di Indonesia sendiri secara akumulatif sudah mencapai 287.008 kasus positif, dengan 61.321 kasus aktif, 214.947 kasus sembuh dan 10.740 kasus meninggal.

Pemerintah menyiasati penanganan pandemi Covid-19 dengan menentukan 10 provinsi prioritas, yakni Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Aceh, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Papua.

(fey/ayp)

[Gambas:Video CNN]