Wagub DKI Akui Warga Main ke Pinggiran Jakarta Selama PSBB

CNN Indonesia
Jumat, 02 Okt 2020 00:56 WIB
Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, membenarkan ada warga mencari hiburan ke daerah penyangga selama PSBB. Suasana DKI Jakarta saat penerapan PSBB. Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, membenarkan ada warga mencari hiburan ke daerah penyangga selama PSBB. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, membenarkan ada warga Ibu Kota yang bepergian ke daerah penyangga seperti Bekasi dan Bogor, selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Memang ada pergerakan warga Jakarta yang keluar ke sekitar Jakarta," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (1/10).

Menurut Riza, banyak warga Jakarta yang sengaja ke kota-kota penyangga itu sekadar mencari tempat makan atau hiburan. Sebab, selama PSBB di Jakarta, restoran dan kafe dilarang melayani makan di tempat.

Riza menegaskan, Pemprov DKI bersama pemerintah-pemerintah daerah penyangga terus berkoordinasi untuk tetap menekan penyebaran virus corona di wilayah Jabodetabek. Ia berharap, daerah-daerah penyangga juga tetap melaksanakan protokol pencegahan Covid-19 dengan ketat, meski tidak mengikuti langkah Jakarta menerapkan PSBB.

"Dan kami selama ini koordinasi rapat dialog bekerja sama cari solusi terbaik untuk kepentingan bersama," jelasnya.

Syarat Ketat Isolasi Mandiri

Di sisi lain, Riza mengatakan, syarat untuk pasien positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah cukup ketat.

Riza menekankan, rumah pasien tersebut harus benar-benar memenuhi standar kesehatan untuk isolasi.

"Di antaranya syaratnya adalah apabila warga tersebut memiliki tempat, rumah, kamar yang memenuhi syarat. Artinya sesuai dengan standar kesehatan untuk isolasi," kata Riza.

Lebih lanjut, Riza menegaskan selama isolasi mandiri di rumah, tenaga kesehatan akan terus memantau perkembangan kondisi pasien. Pemantauan juga dilakukan berdasarkan koordinasi dengan pemerintah dan fasilitas kesehatan.

Larangan isolasi mandiri pasien positif Covid-19 dicabut seiring terbitnya Keputusan Gubernur Nomor 979 Tahun 2020 dan Keputusan Gubernur Nomor 980 Tahun 2020. Dalam beleid tersebut, pasien positif yang memiliki rumah memadai dan layak dapat melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

Sementara, untuk pasien positif yang tidak memiliki rumah atau fasilitas yang memadai dilarang untuk menjalani isolasi mandiri. Mereka akan dirujuk untuk melakukan isolasi mandiri di fasilitas yang disediakan oleh pemerintah.

"Bagi warga yang, ya mohon maaf, mungkin rumahnya sempit, kecil, padat tidak memungkinkan, sekalipun dia ringan, sekalipun dia tanpa gejala ya kita akan arahkan ke Wisma Mandiri di Kemayoran atau Wisma Atlet dan tempat-tempat yang sudah kami siapkan," jelas Riza.

Politikus Partai Gerindra itu juga meminta masyarakat tak perlu bingung terkait aturan terbaru ini. Menurut dia, semua aturan dan kebijakan Pemprov DKI dalam penanganan wabah virus corona sudah dipertimbangkan dan mendapat persetujuan dari Presiden Joko Widodo.

"Dan presiden mendukung itu melalui isolasi mandiri atau isolasi terkendali di Wisma Atlet dan kami juga menempatkan (fasilitas lainnya)," tutur Riza.

Dalam kesempatan itu Riza juga menjelaskan mengenai ketentuan rumah pasien positif yang menjalani isolasi mandiri akan dipasang pengumuman. Nantinya pihak kelurahan setempat akan menempelkan pengumuman 'sedang melakukan isolasi mandiri' pada pintu atau tempat yang mudah terlihat di rumah tersebut.

Menurut Riza, pengumuman itu ditujukan agar masyarakat sekitar mengerti dan mengetahui kondisi yang ada.

"Ya kan harus diberi tanda, supaya orang yang bertugas mengerti, lingkungan masyarakat tahu, keluarga tahu, semua tahu, Supaya semuanya memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Semua harus diberi tanda agar tidak salah," ujarnya.

Pemprov DKI Jakarta mulai menerapkan kembali PSBB sejak 14 September 2020. PSBB di Jakarta kemudian diperpanjang sejak 28 September hingga 11 Oktober mendatang.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan saat ini penyebaran virus corona di Ibu Kota mulai menunjukkan tanda-tanda melandai. Kendati demikian, pihaknya masih memerlukan pengetatan PSBB demi menekan penyebaran virus corona di Ibu Kota.

Diketahui, hingga Kamis (1/10), jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta sudah mencapai 75.521 kasus. Dari jumlah tersebut 61.444 telah dinyatakan sembuh, dan 1.737 orang meninggal dunia.

(dmi/ayp)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER