Polda Maluku: Ada Polisi Jadi Timses Pilkada di Kepulauan Aru

CNN Indonesia | Rabu, 07/10/2020 00:19 WIB
Polda Maluku menerima laporan dari masyarakat bahwa ada polisi yang menjadi tim sukses calon kepala daerah dalam Pilkada 2020 di Kabupaten Kepulauan Aru. Polisi mengenakan masker saat berjaga di sekitar lokasi acara Deklarasi Kampanye Damai di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (26/9/2020). (ANTARA FOTO/MOCH ASIM)
Ambon, CNN Indonesia --

Kapolda Maluku Inspektur Jenderal Baharudin Djafar menerima laporan dari masyarakat bahwa ada anggota kepolisian yang menjadi tim sukses calon kepala daerah dalam Pilkada 2020 di Kabupaten Kepulauan Aru.

Laporan itu dia terima ketika berkunjung ke Kabupaten Kepulauan Aru untuk memantau kesiapan pelaksanaan Pilkada 2020. Saat itu, warga melapor bahwa ada oknum polisi menjadi timses salah satu pasangan calon.

"Memang ada laporan ke saya, waktu saya ke Aru ada polisi jadi tim sukses, namun siapa orangnya mereka enggak beri tahu namanya," ujar Djafar, di Ambon, Selasa (6/10). 


Polda Maluku juga mencopot seorang kapolsek di Maluku karena diduga menjadi tim sukses untuk memenangkan salah satu pasangan calon kepala daerah di Kabupaten Kepulauan Aru.

"Iya benar, saya menggantikan beberapa Kapolsek di sana, namun mereka diganti rata-rata tengah masuk masa pensiun," katanya.

"Yang Kapolsek diganti itu belum tahu apakah mereka terlibat jadi tim sukses ataukah tidak, nanti saya cek lagi," imbuh dia. 

Dia mengatakan aparat kepolisian yang sengaja menjadi tim pemenangan bagi pasangan calon kepala daerah akan ditindak tegas. Kapolsek yang tidak netral dalam Pilkada 2020, kata Djafar, bakal dicopot dari jabatannya begitu pula dengan anggota polisi lainnya. 

"Saya sudah sampaikan jauh-jauh hari, bahkan sejak jadi Kapolda di sini, polisi mutlak netral. Kalau polisi netral maka dapat mengelola pilkada dengan baik," kata Djafar di Ambon. 

Sementara itu, terkait pengerahan massa pasangan calon kepala daerah yang melanggar protokol kesehatan terkait Covid-19 selama berkampanye, kata dia, Polda Maluku saat ini tengah menunggu langkah Bawaslu.

"Jadi dalam proses ini Bawaslu yang dikedepankan, polisi tetap memproses pelanggaran protokol selama Bawaslu meminta polisi untuk memproses," ujarnya.

(sai/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK