TNI Ikut Bantu Bubarkan Massa Aksi Omnibus Law di Jakarta

CNN Indonesia | Kamis, 22/10/2020 18:53 WIB
Bubarnya massa aksi tolak omnibus law UU Cipta Kerja langsung diikuti pembukaan akses lalu lintas di sekitar lokasi demo kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Pasukan TNI ikut membubarkan massa aksi tolak omnibus law UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2020. (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Puluhan personel TNI ikut membantu membubarkan massa aksi tolak omnibus law Undang-undang Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda Aruja Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (22/10). 

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, ribuan orang dari kalangan buruh meninggalkan lokasi demo sekitar pukul 17.30 WIB secara tertib. Anggota TNI yang ada di sekitar lokasi mencoba untuk ikut menertibkan massa.

Massa aksi kemudian bubar diikuti oleh petugas kebersihan yang mulai membersihkan kawasan Patung Kuda.


Namun demikian, mereka berjanji akan kembali menggelar aksi menyampaikan tuntutan yang sama pada 28 Oktober mendatang, jika pemerintah tak kunjung mencabut omnibus law UU Cipta Kerja.

Dalam aksinya kali ini, mereka telah menyerahkan surat penolakan omnibus law UU Cipta Kerja yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo. Surat itu telah diserahkan lewat perwakilan Kantor Staf Presiden (KSP) sekitar pukul 15.00 WIB.

Dalam surat itu mereka meminta Jokowi segera menerbitkan Perppu pencabutan UU Ciptaker. Mereka menilai pengesahan UU tersebut cacat prosedur dalam pengesahannya.

"Jadi kami ke sana (Istana) memberikan surat kepada Presiden lewat KSP, diterima oleh Deputi KSP namanya Pak Jori didampingi oleh Kapolda dan Pangdam," kata Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin Serikat Pekerjaan Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI), Arif Minardi kepada wartawan.

"Isi suratnya permintaan kepada Presiden untuk membatalkan UU Cipta Kerja melalui Perppu," imbuh dia.

Massa buruh dari FSP LEM SPSI lebih dulu membubarkan diri di lokasi demonstrasi kawasan Patung Kuda. Sementara massa dari Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) membubarkan diri sekitar pukul 17.30 WIB. 

Polisi menutup jalan jelang unjuk rasa di Patung Kuda Arjuna Wiwaha saat aksi unjuk rasa tolak UU Omnibus Law, di kawasan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (22/10).Polisi menutup jalan jelang unjuk rasa di Patung Kuda Arjuna Wiwaha saat aksi tolak UU Omnibus Law di kawasan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (22/10). (CNN Indonesia/Thohirin)

Jalan Kembali Dibuka

Sementara itu, bubarnya massa aksi langsung diikuti oleh pembukaan akses lalu lintas di sekitar lokasi demo. Saat ini ruas jalan dari Bundaran HI menuju Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, telah dibuka.

"Tadi pukul 17.30, arus lalu lintas di Jalan Sudirman Thamrin ini sudah bisa kita buka kembali, walaupun tadi siang sempat dari Bundaran HI menuju ke Patung Kuda kita tutup ke arah utara, termasuk tadi yang arah dari Budi Kemuliaan juga kita tutup," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo.

Ia lebih lanjut menyatakan aksi demonstrasi yang digelar hari ini berjalan kondusif dan lancar. Bagi massa yang berasal dari Tangerang, ia menyebut pihaknya juga melakukan pengawalan saat pulang.

"Massa dari Tangerang juga tadi cukup banyak sudah kita kawal nanti masuk ke perbatasan Tangerang kita serahkan untuk dikawal oleh Polisi Tangerang," ucap dia.

Sementara terkait dengan aksi massa kembali pada 28 Oktober mendatang, Sambodo menyebut aparat masih menunggu informasi lebih lanjut dari buruh untuk melakukan penjagaan dan pengalihan lalu lintas.

"Tentu nanti akan kita sesuaikan dengan rencana kegiatan masyarakat yang akan terjadi tanggal 28. Kita lihat nanti jumlahnya berapa banyak, dan unjuk rasa ini kan memang hak setiap warga negara, tapi tentu dibalik hak tersebut ada kewajiban yang harus dipenuhi," kata dia.

(thr/yoa/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK