Polisi: Tersangka Tambang Ilegal di Muara Enim Bisa Bertambah

CNN Indonesia | Sabtu, 24/10/2020 01:20 WIB
Polda Sumsel telah menetapkan tiga tersangka kasus longsor tambang batubara ilegal yang menewaskan 11 orang di Desa Tanjung Lalang Kabupaten Muara Enim. Foto ilustrasi. Warga mengamati lahan yang rusak karena ditambang secara ilegal dengan alat berat di kawasan lereng Gunung Merapi, Purwobinangun, Sleman, Yogyakarta, Kamis (26/3). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/Rei/Spt/15.)
Palembang, CNN Indonesia --

Polda Sumatera Selatan telah menetapkan tiga tersangka atas peristiwa tanah longsor tambang batubara ilegal yang menewaskan 11 orang di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim. Polisi menyebut jumlah tersangka kemungkinan bisa bertambah.

Ketiga tersangka merupakan pengelola dan pekerja yang selamat dari kejadian tersebut. Ketiganya yakni BG (38) warga Bojonegoro, Jawa Timur, MD (26) warga Lampung Selatan, serta DG (56) warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat.


Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Komisaris Besar Supriadi mengatakan tiga orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka karena ikut melakukan penggalian batubara yang mengakibatkan peristiwa longsor. 

"Saat ini baru tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Ada kemungkinan tersangka bertambah karena pemeriksaan masih berlangsung dan penyidik masih meminta keterangan dari pengelola dan pemilik lahan," ujar Supriadi, Jumat (23/10).

Kepolisian menyita barang bukti berupa cangkul, belincong, dan ember dari para tersangka. Saat ini aparat masih melakukan pemeriksaan terhadap delapan saksi terkait peristiwa tersebut. Dua di antaranya yakni HL sebagai pemilik lahan pertambangan ilegal serta IT yang merupakan pengelola.

Dirinya berujar, kawasan pertambangan ilegal tersebut berada di tengah perkebunan kelapa sawit milik warga dan aktivitas penggalian baru berjalan selama dua pekan. Batubara hasil penambangan ilegal tersebut setelah diteliti memiliki kalori rendah.

Supriadi mengungkapkan, kemungkinan para penambang menjualnya untuk dijadikan bahan bakar industri rumah tangga atau peternakan ayam.

"Untuk mencegah agar tidak terulang akan kita perketat pengawasan dan mengoptimalkan Bhabinkamtibmas," kata Supriadi.

Para tersangka dijerat dengan pasal 158 UU nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan minerba dengan ancaman hukuman pidana 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar.

Tambang batu bara ilegal yang dikelola masyarakat di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, longsor dan menimpa para penambang pada Rabu (21/10). Sebanyak 11 orang tewas dalam kejadian tersebut.

Kapolsek Tanjung Agung Ajun Komisaris Faisal Manalu mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, para penambang sedang membuat akses jalan di area pertambangan batubara tersebut. Namun, di tengah pengerjaan terjadi longsor yang seketika menimbun para penambang.

"Kebetulan di sekitar area tambang kawasan tebing yang sangat rawan longsor. Saat kejadian memang tidak sedang hujan, tapi resiko longsornya memang tinggi di kawasan itu," kata Faisal.

Setelah mendapatkan laporan dari warga mengenai peristiwa tersebut, polisi dibantu warga melakukan evakuasi. Proses evakuasi terkendala dengan tinggi timbunan yang mencapai lima meter sehingga membutuhkan bantuan alat berat.

(idz/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK