Polisi Sebut Gus Nur Berdalih Peduli NU Terkait Pernyataannya

CNN Indonesia | Selasa, 27/10/2020 19:14 WIB
Kepada penyidik, Gus Nur mengaku peduli terhadap NU dan memandang ormas keagamaan tersebut saat ini berbeda sikap dengan yang dulu. Sugik Nur Rahardja alias Gus Nur ditetapkan sebagai tersangka setelah dianggap menghina NU. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono menerangkan alasan Sugik Nur Rahardja alias Gus Nur melontarkan pernyataan kontroversial terhadap Nahdlatul Ulama (NU) karena peduli dengan ormas tersebut.

Pernyataan itu merujuk saat Gus Nur diwawancarai Refly Harun yang kemudian diunggah ke akun Youtube. Video berdurasi 29 menit 57 detik itu berjudul 'Setengah Jam dengan Gus Nur, Isinya Kritik Pedas Semua'.

Gus Nur menyebut, "NU saat ini dapat diibaratkan sebagai bus umum--yang sopirnya dalam kondisi mabuk, kondekturnya teler, keneknya ugal, dan penumpangnya kurang ajar".


Dalam acara diskusi tersebut juga, Gus Nur mengibaratkan para penumpang bus tersebut sebagai orang yang menganut pemikiran liberal, sekuler, dan merupakan PKI.

"Yang bersangkutan menyampaikan unggahan di Youtube merupakan bukti nyata yang bersangkutan peduli terhadap NU," kata Awi menerangkan hasil pemeriksaan sementara Gus Nur kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (27/10).

Dalam pemeriksaan polisi, kata Awi, Gus Nur mengklaim sikap organisasi NU saat ini sudah sangat berbeda dari apa yang dikenalnya dahulu.

"Bahwasannya NU sekarang dan NU yang dulu sudah berbeda," ujar Awi mengulang pernyataan Gus Nur kepada penyidik.

Dalam kasus ini, Awi menerangkan penyidik sudah memeriksa setidaknya empat saksi yang terdiri dari dua orang pelapor dan dua saksi ahli.

Saat ini, penyidik juga masih menunggu hasil pemeriksaan digital forensik terkait dengan unggahan-unggahan yang beredar di media sosial. Setidaknya, kata Awi, ada dua video yang ditelusuri penyidik saat ini.

Awi menuturkan pihak kepolisian nantinya juga akan memeriksa seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembuatan video yang diduga menjadi sumber ujaran kebencian tersebut.

Salah satunya, penyidik juga bakal memeriksa ahli hukum Tata Negara, Refly Harun selaku pemilik akun Youtube dan orang yang mewawancarai Gus Nur dalam konten tersebut.

"Kami masih berjalan ini, tadi sudah saya sampaikan tidak menutup kemungkinan saksi-saksi lain atau orang-orang yang terlibat. Baik yang mengunggah, mengedit, shooting, semua termasuk yang mewawancarai akan kami panggil," ucapnya.

Saat ini, Gus Nur telah ditetapkan sebagai tersangka dan sedang menjalani masa tahanannya di Rumah Tahanan Bareskrim Polri selama 20 hari. Dia ditangkap pada Sabtu (24/10) dini hari di kediamannya di Malang, Jawa Timur.

(mjo/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK