Tes Acak di Lembang, Satu Pengunjung Cikole Reaktif Covid-19

CNN Indonesia | Jumat, 30/10/2020 21:51 WIB
Wisatawan di Lembang yang terdeteksi reaktif itu kemudian diarahkan Dinkes Kabupaten Bandung Barat untuk melakukan tes usap risiko Covid-19. Kawasan Cikole, Lembang merupakan salah satu wilayah wisata favorit di kawasan Bandung Raya, termasuk untuk wisata adrenalin bersepeda downhill. (CNNIndonesia/Andika Wahyu)
Lembang, CNN Indonesia --

Seorang wisatawan yang berkunjung ke Terminal Wisata Grafika Cikole Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dinyatakan reaktif Covid-19 usai menjalani rapid test, Jumat (30/10).

Hasil tersebut diketahui dari hasil tes cepat (rapid test) risiko infeksi virus corona (Covid-19) yang dilakukan tim gabungan dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Satpol PP, serta pengelola wisata di Kabupaten Bandung Barat.

Sekretaris Dinkes KBB Nanang Ismantoro menyatakan rapid test acak dilakukan terhadap pengunjung maupun karyawan di Grafika Cikole.


"Jumlah yang di-rapid test ada sekitar 120 orang, yang reaktif satu orang. Sebagai tindak lanjut, kami melakukan swab test terhadap orang yang reaktif itu. Saat ini masih menunggu hasil dari swab test," kata Nanang saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, lanjut Nanang, rapid test acak juga dilakukan di tempat wisata lainnya yakni puluhan orang di Lembang Park & Zoo. Namun dari 49 orang yang melakukan rapid test, tidak ada satupun pengunjung di tempat wisata tersebut yang dinyatakan reaktif Covid-19.

"Untuk di Lembang Park and Zoo nonreaktif semua," ucapnya.

Menurut Nanang, kegiatan tes acak yang dilakukan tim gabungan akan dilakukan di tempat lain.

"Besok masih ada jadwal rapid test di Floating Market dan Lereng Anteng. Kami tetap mensosialisasikan 3M," ujarnya.

Sementara itu, pengelola Terminal Wisata Grafika Cikole Sapto Wahyudi menyatakan pihaknya ingin mengajak pengunjung untuk bersama-sama menyadari pentingnya protokol kesehatan. Oleh karena itu, selain pengunjung, rapid test juga dilakukan karyawan Grafika Cikole.

Para petugas, kata dia, sudah disiagakan di sejumlah titik mulai dari pintu masuk hingga berjaga di area wisata.

"Rapid test ini sekaligus untuk melihat perkembangan dari Covid-19. Tidak ada paksaan kepada pengunjung untuk mengikuti rapid test dan beberapa pengunjung sadar dan antusias dengan rapid test ini," kata Sapto.

Sapto menyebutkan, satu orang yang dinyatakan reaktif itu selanjutnya diarahkan untuk swab test sebagai upaya memastikan yang bersangkutan positif atau negatif Covid-19.

"Untuk identitas wisatawan asal mana, langsung dikantongi oleh Dinkes. Yang bersangkutan langsung dilakukan swab dan hasilnya akan diinfo sesuai KTP," ujar Sapto.

Kemarin, Jumat (30/10), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya bakal berupaya mencegah penyebaran Covid-19 saat libur dan cuti bersama tahun 2020. Pengetesan virus corona pun dilakukan di sejumlah destinasi wisata dan pintu masuk Jabar.

"Pemeriksaan tes masif pun kami lakukan di 54 titik. Pengetesan dilakukan secara acak melalui metode rapid test. Apabila ada yang reaktif, maka akan berlanjut dengan swab test," kata Ridwan saat menghadiri Rapat Koordinasi Antisipasi Dampak Libur Panjang terhadap Kenaikan Kasus Covid-19 bersama Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan via konferensi video di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (30/10).

Emil, panggilan Ridwan Kamil menjelaskan, terdapat 14 kabupaten/kota di Jabar yang kerap dikunjungi wisatawan saat libur panjang. Pengawasan penerapan protokol kesehatan pun dilakukan, termasuk pengetesan Covid-19.

(hyg/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK