69 dari 1.405 Wisatawan di Puncak Bogor Reaktif Covid-19

Dias Saraswati & Antara, CNN Indonesia | Senin, 02/11/2020 01:53 WIB
Sebanyak 69 dari 1.405 wisatawan di Puncak, Bogor, yang menjalani tes cepat selama libur panjang Maulid Nabi tercatat reaktif Covid-19. Ilustrasi. Hasil tes cepat kepada pengunjung Puncak, Bogor, menunjukkan 69 wisatawan reaktif Covid-19 (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Jawa Barat mencatat 69 wisatawan di Kawasan Puncak reaktif dari hasil tes cepat atau rapid test secara massal.

Pelaksanaan tes cepat dilakukan selama empat hari berturut-turut pada libur panjang Maulid Nabi di kawasan wisata itu.

"Untuk total keseluruhan wisatawan yang reaktif COVID-19 selama libur panjang kali ini ada 69 orang, itu mulai dari 29 Oktober sampai hari ini," ungkap Sekertaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, dr Achmad Zaenudin usai pelaksanaan rapid test massal di Simpang Gadog, Ciawi, Bogor, Minggu (1/11), seperti dikutip Antara.


Sebelumnya data berbeda disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas (Jubir Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Irwan Purnawan. Total terdapat 75 wisatawan reaktif corona selama pemeriksaan 4 hari.

"Hasil rapid 29 [Oktober], dari 919 [yang] reaktif 50. Kemudian, 30 [Oktober], dari 177 [yang] reaktif dua. Kemudian, 31 [Oktober] dari 110 [yang] reaktif 12. Kemudian, sekarang 1 [November], dari 200 [yang] reaktif 11," kata Irwan kepada wartawan, Minggu (1/11).

"Jadi totalnya 69 orang, bukan 75 orang," kata Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Irwan Purnawan meralat data tersebut saat dihubungi kembali, Minggu (1/11).

Irwan menuturkan revisi data itu terkait hasil tes pada 1 November. Data sebelumnya mencatat ada 11 wisatawan yang dinyatakan reaktif.

Namun, setelah diteliti lebih lanjut, ternyata hanya lima wisatawan saja yang dinyatakan reaktif dari hasil rapid test.

"Enam orang itu adalah hasil tracing dari puskesmas di sekitar wilayah Caringin, dia minta hasil tracing itu untuk melakukan swab, tempatnya numpang di Gadog," tutur Irwan.Sedangkan enam orang lainnya, kata Irwan, bukan merupakan wisatawan. Mereka, lanjutnya, merupakan hasil tracing atau penulusuran dari pasien positif.

Dia menerangkan mayoritas kasus reaktif corona ditemukan dari masyarakat yang datang dari luar Bogor. Namun, menurutnya, beberapa orang yang reaktif corona tersebut juga diketahui merupakan warga asli Bogor yang kembali atau pulang kampung.

Lebih lanjut, menurut Achmad, 69 wisatawan yang reaktif tersebut merupakan hasil dari rapid test massal Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor terhadap 1.405 wisatawan selama empat hari.

Pelaksanaan rapid test masal dibagi menjadi tiga lokasi, yaitu Simpang Gadog Ciawi, Megamendung, dan Telaga Warna Cisarua, dengan mengerahkan 40 petugas kesehatan.

Jika dirinci, pada hari pertama, pemeriksaan terhadap 918 wisatawaan, terdapat 50 di antaranya reaktif, hari kedua pemeriksaan terhadap 177 wisatawan, terdapat dua di antaranya reaktif.

Kemudian, hari ketiga, pemeriksaan terhadap 110 wisatawan, 12 di antaranya reaktif, dan hari keempat pemeriksaan terhadap 200 wisatawan, lima di antaranya dinyatakan reaktif.

Pria yang akrab disapa dr Zain itu menyebutkan bahwa lima wisatawan yang dinyatakan reaktif hari ini bukan merupakan warga Bogor. Dua warga Cianjur, satu warga Depok, satu Tangerang, dan satu warga Jawa Tengah.

"Kita sudah anjurkan mereka untuk isiolasi mandiri, sambil menunggu hasil swab test (tes usap). Kita juga akan koordinasi dengan Dinas Kesehatan masing-masing di daerah wisatawan yang reaktif," ucapnya.

Ia mengatakan, wisatawan yang reaktif sebelum diminta putar arah terlebih dahulu menjalankan tes usap yang juga disediakan oleh Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor.

Jika dari tes usap para wisatawan yang reaktif itu hasilnya positif COVID-19, maka Dinkes Kabupaten Bogor segera berkoordinasi dengan Dinkes di daerah masing-masing tempat tinggal wisatawan yang berasal dari luar Bogor.

"Kami akan langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah di mana wisatawan ini tinggal, untuk kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah di sana," tuturnya

Namun, khusus wisatawan asal Kabupaten Bogor, jika hasilnya positif Covid-19, maka pihaknya segera melakukan penelusuran atau tracing terhadap orang-orang kontak erat dengan yang bersangkutan.

Mereka yang dinyakan reaktif hasi dari rapid test belum tentu positif covid-19. 

Dilansir dari situs Covid-19.go.id, Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro mengatakan pada kondisi dengan keterbatasan kapasitas pemeriksaan, seperti PCR atau test dengan sampel swab, rapid test dapat digunakan untuk penapisan atau skrining.

Tes cepat ini juga dapat digunakan pada populasi tertentu yang dianggap berisiko tinggi atau pada pelaku perjalanan. Rapid tes juga untuk menguatkan pelacakan kontak erat dan pada kelompok kelompok rentan risiko. 

Sementara Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan penggunaan rapid tes hanya untuk tujuan penelitian epidemiologi, atau penelitian lainnya yang berhubungan dengan pencegahan dan pengendalian virus Corona.

(eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK