PAHLAWAN NASIONAL

Arnold Mononutu, Tokoh PNI dan Menteri Penerangan RI Pertama

CNN Indonesia
Selasa, 10 Nov 2020 11:02 WIB
Menteri Penerangan era Kepresidenan Sukarno, Arnold Mononutu asal Sulawesi Utara, menjadi satu dari enam tokoh yang diberi gelar Pahlawan Nasional tahun ini. Presiden RI Jokowi saat berada di Kompleks Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. (CNN Indonesia/ Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Penerangan di era Kepresidenan Sukarno, Arnold Mononutu, menjadi satu dari enam tokoh yang diberi gelar Pahlawan Nasional bertepatan pada peringatan Hari Pahlawan tahun ini.

Selain pernah duduk di dalam kabinet, Arnold juga tercatat menjadi duta besar RI pertama untuk China.

Dia juga dikenal sebagai salah satu tokoh Partai Nasionalis Indonesia (PNI) juga bergerak bersama Perhimpunan Indonesia dengan Mohammad Hatta dkk di Eropa.

Pria dengan nama panjang Arnoldus Isaac Zacharias Mononutu itu menjabat menteri pada tiga kabinet pemerintahan yakni Kabinet Republik Indonesia Serikat (1949-1950), Kabinet Sukiman Suwirjo (1951-1952), dan Kabinet Wilopo (1952-1953).

Pada masa itu, menteri penerangan bertugas selayaknya menteri komunikasi dan informatika sekarang, yakni menyelenggarakan penerangan informasi melalui media yang ada saat itu baik radio hingga percetakan.

Ketokohannya yang besar itu pun telah membuat kota kelahirannya, Manado, menjadikan namanya salah satu jalan di ibu kota Provinsi Sulawesi Utara tersebut.

Saat menjabat menteri penerangan, kiprah Arnold terbilang penting karena saat itu di republik yang masih seumur jagung ramai terjadi pemberontakan di sejumlah wilayah. Beberapa di antaranya adalah pemberontakan yang dilakukan Angkatan Perang Ratu Adil yang pro Belanda di Jawa Barat.

Kemudian Peristiwa Andi Azis di Sulawesi Selatan dan perlawanan mantan presiden Maluku Selatan Chris Soumokil yang menolak bergabungnya Negara Indonesia Timur dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Seiring ramainya gejolak perlawanan, Mononutu bersama Soekarno harus gencar mempromosikan persatuan bangsa-bangsa ke wilayah-wilayah tersebut. Kemudian pada Konferensi Meja Bundar di Den Haag, 1949, ia menjadi sosok yang pertama kali mengumumkan nama Batavia menjadi Jakarta.

Pada 1960, Arnold menjadi rektor Universitas Hasanuddin, lalu setahun kemudian dia mendapatkan Bintang Mahaputra Utama.

Arnold Manonutu yang lahir di Manado pada 4 Desember 1896 itu wafat di Jakarta pada 5 September 1983.

(fey/kid)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER