Sekda Bogor Sebut Tak Keluarkan Izin Acara Rizieq

hyg, CNN Indonesia | Jumat, 20/11/2020 22:27 WIB
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Burhanudin menjelaskan panitia kerumunan Rizieq Shihab di Megamendung, Bogor tak pernah meminta izin ke pihaknya. Ribuan jamaah menyambut kedatangan Imam Besar Habib Rizieq Shihab di jalur Puncak, Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020). (ARIF FIRMANSYAH/ARIF FIRMANSYAH)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Burhanudin selesai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Jawa Barat terkait acara Rizieq Shihab di Megamendung. Burhanudin menegaskan tidak benar acara tersebut mengantongi izin dari dirinya.

"Kami, dari gugus tugas tidak pernah mengeluarkan perizinan dan dari panitia tidak pernah mengajukan perizinan ke gugus tugas maupun ke kapolres," kata dia, Jumat (20/11).

Burhanudin menyebut petugas Satpol PP dan kepolisian di lapangan telah mencoba berkoordinasi terkait acara Rizieq lantaran tampak potensi kerumunan. Diketahui acara Rizieq yang juga meliputi FPI di Bogor adalah salat Jumat berjemaah dan peletakan batu pertama masjid di Megamendung pada 13 November.


"Mungkin ada, Kapolres dan Satpol PP dari mulai Kamis malam atau mungkin Rabu siang sudah dilakukan upaya pencegahan," ujarnya.

Massa di acara Rizieq Shihab itu antusias dan membeludak. Bukan hanya yang memang berniat mengikuti acara namun juga masyarakat yang penasaran ingin melihat langsung kondisi di lokasi.

"Saya dapat laporan massanya lebih dari 3.000 orang. Dari info di lapangan, massa itu pendatang. Kalau massa setempat itu hanya melambaikan tangan," ujarnya.

Menurut Burhanudin kalkulasi massa yang membludak membuat petugas di lapangan kalah jumlah dan tidak melakukan pembubaran.

"Mungkin itu pertimbangan keamanan, dan jangan sampai terjadi benturan. Kalkulasi massa itu jadi pertimbangan keamanan," katanya.

Diperiksa 10 Jam

Pada pemeriksaan di Gedung Ditreskrimum Polda Jabar, Burhanudin diperiksa sekitar 10 jam. Ia diminta keterangan sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB.

"Saya, sekda sebagai ketua harian dan satpol sebagai penindakan diminta klarifikasi terhadap kegiatan yang dilakukan oleh panitia di Megamendung Bogor, acara jumatan bersama dan peletakan batu pertama," ujar Burhanudin yang mendapatkan 50 pertanyaan dari penyidik.

Sebelumnya Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Erdi A. Chaniago mengatakan ada tujuh orang yang dipanggil dalam pemeriksaan ini.

Selain Burhanudin, mereka yang dimintai keterangan oleh penyidik yakni Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho, Camat Megamendung Endi Rismawan, Kepala Desa Sukagalih Alwasyah Sudarman, Ketua RT 1 Marno, dan Aiptu Dadang Sugiana selaku Babinkamtibmas.

Sedangkan, Bupati Bogor Ade Yasin, ketua RW, dan pihak panitia yang juga anggota FPI Habib Muchsin Alatas belum menghadiri undangan klarifikasi itu ke Ditreskrimum Polda Jabar.

"Pihak yang tidak hadir itu Bu Ade, dari panitia, dan ketua RW. Bu Ade dan Ketua RW dari keterangannya sakit," kata Erdi.

Sementara belum ada keterangan terkait ketidakhadiran pihak panitia.

(fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK