PDIP soal Buku How Democracies Die: Anies Sindir Diri Sendiri

CNN Indonesia | Senin, 23/11/2020 06:00 WIB
Fraksi PDIP di DPRD DKI meminta Gubernur DKI Anies Baswedan fokus memenuhi janji kampanye menyejahterakan rakyat Jakarta ketimbang berpose baca buku demokrasi. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memenuhi panggilan polisi untuk mengklarifikasi kerumunan Rizieq Shihab di Petamburan. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Gilbert Simanjuntak menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang menyindir diri sendiri saat membaca buku berjudul How Democracies Die.

Menurutnya, demokrasi akan mati oleh segelintir orang yang terlalu berkuasa, sebagaimana isi buku yang dibaca oleh Anies.

"Nyindir siapa? Nyindir dirinya kurasa lebih tepat. Demokrasi mati oleh segelintir orang yang terlalu berkuasa sesuai isi buku yang dia baca," kata Gilbert kepada CNNIndonesia.com, Minggu (22/11).


Gilbert mengatakan Anies seharusnya fokus menuntaskan janji kampanye di Pilkada DKI Jakarta 2017 yakni menyejahterakan rakyat, bukan menyejahterakan kelompok tertentu.

Dia menolak menyebutkan secara spesifik terkait kelompok tertentu yang ia maksud tengah disejahterakan oleh Anies.

"Kamu sudah tahu sebenarnya, kelompok yang menjadi pendukungnya dulu. Sekarang dia seharusnya milik publik," kata Gilbert.

Senada, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP Gembong Warsono meminta Anies fokus menangani pandemi virus corona atau Covid-19 dan mengantisipasi banjir daripada mengunggah foto membaca buku How Democracies Die yang kemudian ditafsirkan politis oleh sejumlah kalangan.

"Saya kira lebih baik Pak Gubernur fokus melakukan penanganan Covid-19 yang dalam posisi naik dan antisipasi banjir di saat Jakarta mulai diguyur hujan," tuturnya.



Anies mengunggah foto tengah membaca buku How Democracies Die di akun Instagram miliknya, @aniesbaswedan.

How Democracies Die diketahui dibuat untuk meneliti dinamika politik dalam negeri dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2016, serta dinamika politik semasa pemerintah Presiden Donald Trump.

How Democracies Die merupakan buku karya seorang ilmuwan politik lulusan Universitas Harvard, Steven Levitsky dan Daniel Ziblat, yang terbit pada 16 Januari 2018 lalu.

Buku setebal 380 halaman itu menggambarkan cara seorang pemimpin yang terpilih memiliki sumber daya serta akses mengubah proses demokrasi untuk memperkuat cengkeraman kekuasaan secara perlahan di masyarakat.


(mts/gil)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK