Maju Mundur Wacana Pertemuan Ma'ruf Amin-Rizieq Shihab

CNN Indonesia | Senin, 23/11/2020 09:28 WIB
Jubir Wapres sempat menyatakan Ma'ruf Amin terbuka atas gagasan pertemuan dengan Rizieq, namun, selang beberapa hari dia mengklarifikasi ucapannya. Wakil Presiden RI yang juga Ketua Umum nonaktif MUI Ma'ruf Amin. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rencana pertemuan antara Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin dan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab belakangan ini santer terdengar.

Awalnya, rencana itu sempat dibeberkan Juru Bicara Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi. Masduki, dalam keterangan persnya pada Jumat (20/11) lalu mengatakan orang nomor dua di Republik Indonesia itu terbuka atas gagasan pertemuan dengan Rizieq.

Pernyataan itu sendiri sebagai respons atas dorongan berbagai pihak, seperti pengamat politik yang memiliki gagasan agar terjadi pertemuan antara Ma'ruf dan Rizieq secara empat mata untuk membahas persoalan bangsa.


"Terhadap gagasan pertemuan itu ya Wapres tidak ada masalah. Wapres welcome, artinya itu hal yang bisa dilakukan selama membawa kebaikan bagi bangsa dan negara" kata Masduki dalam keterangan resminya, Jumat (20/11).

Ma'ruf sendiri selain Wapres juga Ketua Umum nonaktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pernah menjabat Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sementara Rizieq menjadi pentolan FPI juga tokoh massa alumni 212.

Meski memiliki sikap terbuka dengan gagasan bertemu dengan Rizieq, Masduki meminta agar tak dimunculkan persepsi-persepsi bahwa rencana pertemuan tersebut adalah keinginan wapres. Ia menyatakan rencana pertemuan itu merupakan inisiatif dari masyarakat.

"Bagaimana inisiatif itu? terhadap inisiatif yang muncul maka Wapres oke silakan kalau ada gagasan seperti itu, karena bagi wapres itu adalah silaturahmi," kata dia.

Merespons langkah tersebut, Sekretaris Umum FPI Munarman mengklaim Rizieq terbuka dengan upaya pertemuan tersebut. Sebab, selama ini pihaknya tak pernah memiliki persoalan dengan Ma'ruf.

"Selama ini hubungan antara Kiai Ma'ruf dan Habib Rizieq memang tidak pernah bermasalah," kata Munarman kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Jumat (20/11).

Bahkan, Munarman menyinggung hubungan baik antara Rizieq dan Ma'ruf memiliki akar sejarah sejak lama. Hubungan tersebut bahkan sempat terjalin erat pada tahun 2016 jelang Pilkada DKI Jakarta 2017 silam.

Ia menyebut Ma'ruf dan Rizieq sempat satu suara menyuarakan proses hukum terhadap eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus penistaan agama.

Ma'ruf yang kala itu masih aktif sebagai Ketua Umum MUI mengeluarkan sikap keagamaan atau fatwa tentang kasus Ahok yang dinilai sebagai penghina Alquran dan ulama.

Fatwa itu keluar di tengah Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Setelah itu muncul aksi besar-besaran yang diinisiasi oleh kelompok Islam seperti FPI dan GNPF Ulama pada 2 Desember 2016 di Jakarta atau yang dikenal dengan Aksi 212.

Habib Rizieq Shihab menyapa massa di Markas Besar FPI, Petamburan, Jakarta, Selasa (10/11/2020). CNN Indonesia/Adhi WicaksonoImam Besar FPI Rizieq Shihab menyapa massa di Markas Besar FPI, Petamburan, Jakarta, Selasa (10/11/2020). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Meskipun masih sebatas wacana, rencana pertemuan dua tokoh itu disambut baik. Salah satunya datang dari Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas. Anwar menyatakan pertemuan kedua tokoh itu merupakan bentuk silaturahmi dalam ajaran Islam.

"Bahkan orang yang memutus tali silaturahmi akan mendapat murka dari Allah. Jadi MUI sangat mendukung maksud dan niat baik," kata Anwar.

Tak hanya itu, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Hidayat Nur Wahid turut mendukung ide yang sama. Menurutnya, pertemuan tersebut penting dilakukan untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara.

"Pertemuan Wapres Ma'ruf Amin dengan Rizieq Shihab penting segera diwujudkan demi menjaga keutuhan dan kemaslahatan bangsa dan negara. Serta menguatkan NKRI, agar semua potensi bangsa bisa fokus atasi darurat Covid-19," kata pria yang juga politikus PKS tersebut.

Ketika dukungan menguat, Jubir Wakil Presiden Masduki Baidlowi malah mengklarifikasi pernyataannya yang menyatakan Ma'ruf membuka peluang untuk bertemu dengan Rizieq.

"Sampai saat ini, wapres belum memiliki rencana atau agenda untuk bertemu dengan HRS," kata Masduki dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (21/11).

Masduki menegaskan munculnya wacana pertemuan Ma'ruf dan Rizieq beberapa waktu lalu sekadar respons spontan yang di lontarkan sebagai jubir wapres. Masduki mengaku mendapat pertanyaan dari media perihal ide pertemuan antara Ma'ruf dan Rizieq.

"Dengan demikian, berita Wapres siap bertemu HRS mesti diluruskan," ungkap Masduki.

(rzr/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK