Wagub DKI Minta Patuhi Prokes Agar Rem Darurat Tak Ditarik

CNN Indonesia | Rabu, 25/11/2020 03:53 WIB
Wagub DKI Riza Patria meminta warga disiplin protokol kesehatan agar pihaknya tak menarik rem darurat berupa penerapan PSBB. Wagub DKI Riza Patria membuka peluang menarik rem darurat jika ada lonjakan kasus Covid dua pekan ke depan. (Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan pihaknya bisa saja kembali menarik rem darurat atau emergency break apabila kasus positif virus corona (Covid-19) kembali melonjak.

"Jadi, Pak Gubernur sudah memutuskan dua minggu ada PSBB [Transisi] diperpanjang, jangan sampai dua minggu ke depan terjadi peningkatan yang signifikan, sehingga kami terpaksa menggunakan emergency break," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (24/11).

Oleh karena itu, ia meminta agar seluruh warga Jakarta tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19). Termasuk tempat-tempat usaha yang sudah mulai bisa beroperasi kembali selama PSBB Transisi.


"Hotel mulai dibuka, resepsi (pernikahan) mulai dibuka, banyak tempat mulai dibuka, tolong kita patuh dan taat," ungkap Ariza.

"Kasihan saudara-saudara kita yang hidupnya di tempat kerja yang sudah patuh taat tapi terpaksa tidak bisa bekerja atau tempat usahanya ditutup karena perilaku kita-kita semua yang tidak disiplin," kata dia menambahkan.

Terkait pernyataan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito yang menyebut Jakarta masih menjadi wilayah dengan jumlah kasus aktif tertinggi, Riza menyebut itu terkait tingkat pengetesan.

Politikus Partai Gerindra itu mengatakan, sejak awal jumlah kasus positif di Jakarta meningkat lantaran kapasitas pengujian atau testing yang terus bertambah.

Selain itu, menurut Riza, dalam beberapa waktu terakhir, jumlah kasus aktif di Jakarta bertambah lantaran momen libur panjang dan munculnya sejumlah aktivitas yang menimbulkan kerumunan.

"Biasanya dampak dari kerumunan dan kegiatan lain-lain, kegiatan itu baru kelihatan satu sampai dua minggu ke depan. Nanti kita lihat satu sampai dua minggu ke depan, ya mudah-mudahan enggak ada klaster baru," ujarnya.

(dmi/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK