KKP Tak Lagi 'Lockdown' Usai Edhy Prabowo Tersangka

CNN Indonesia | Kamis, 26/11/2020 10:26 WIB
Pagar Kompleks KKP kembali dibuka setelah Menteri KKP Edhy Prabowo ditetapkan KPK sebagai tersangka. Pagar akses masuk ke kompleks Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dibuka, Jakarta, Kamis (26/11/2020). (CNN Indonesia/ Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia --

Suasana di kompleks Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat pada sejak Kamis (26/11) pagi tampak normal. Sebelumnya, kemarin, setelah Menteri KKP Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (25/11) dini hari WIB, akses masuk ke kompleks kantor pemerintahan tersebut ditutup dan tak bisa dimasuki umum.

Namun pagi ini, pantauan CNNIndonesia.com, sejak pukul 09.00 WIB pejaga atau satpam yang berjaga di depan Gerbang Utama yang juga merupakan akses masuk gedung Mina Bahari I, II dan III tak lagi ditutup.

Pengunjung bebas masuk, dan hanya melalui pemeriksaan logam tanpa ditanya-tanya terlebih dahulu. Di akses gerbang masuk Mina Bahari IV dan V pun sama. Tak ada pengetatan penjagaan seperti yang dilakukan Rabu (25/11) kemarin.


"Terbuka, tidak ada instruksi untuk lockdown, paling hanya pemeriksaan biasa," kata salah satu satpam yang berjaga di gerbang depan.

Saat ditanya terkait peristiwa yang kini menimpa atasannya itu, satpam tersebut mengaku tahu. Namun, kata dia, hal itu biar menjadi urusan hukum.

"Ya tahu. Ramai juga sekarang kan. Yang gantikan Pak Luhut (Menko Marves Luhut B Pandjaitan), katanya sementara," ujar petugas keamanan tersebut.

Sebagai informasi, Edhy Prabowo telah resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait perizinan tambak, usaha dan/atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Edhy ditetapkan tersangka bersama tujuh orang lainnya yang huga terlibat dalam kasus tersebut.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tak lagi ‘lockdown’ setelah  Edhy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka kasus suap benih lobster atau benur, Kamis (26/11).Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tak lagi ‘lockdown’ setelah Edhy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka kasus suap benih lobster atau benur, Kamis (26/11).
Gedung Mina Bahari 1 yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Timur tampak tertutup rapat usai kabar Menterinya, Edhy Prabowo ditangkap KPK, Rabu (25/11Pagar akses masuk ke kompleks Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, yang tertutup rapat, Rabu (25/11/2020). (CNN Indonesia/Tiara Sutari)

KPK menduga Edhy menjadi salah satu pihak penyelenggara negara yang menerima uang terkait ekspor benih telur lobster. Atas dugaan tersebut, KPK juga menetapkan enam orang lain sebagai tersangka.

"KPK menetapkan tujuh orang tersangka. Masing-masing sebagai penerima, EP, SAF, APM, SWD, AF, dan AM. Sebagai pemberi SJD," ungkap Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango di Gedung Merah Putih, Jakarta.

Edhy sendiri ditangkap usai dirinya pulang dari kunjungan kerja ke Hawai, Amerika Serikat pada Rabu dini hari kemarin di Bandara Soetta. Usai Edhy ditangkap, KKP sempat melarang siapa saja di luar pekerjanya masuk ke area gedung.

Menurut salah satu penjaga keamanan kemarin memang ada instruksi khusus untuk menerapkan lockdown di gedung KKP usai Edhy diamankan KPK.

(tst/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK