Rapid Test Petamburan Sepi Peminat, Wagub Serahkan ke Polisi

CNN Indonesia | Sabtu, 28/11/2020 02:08 WIB
Wagub DKI Jakarta menyerahkan sepenuhnya tes Covid-19 melalui rapid test antigen di Petamburan yang sepi peminat ke Polda Metro Jaya. Salah satu warga mengikuti rapid test antigen di Petamburan. (Foto: CNN Indonesia/Khaira Ummah Junaedi Putri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria memilih menyerahkan ke polisi soal warga Petamburan yang tak meminati rapid test antigen massal untuk mendeteksi Covid-19.

Dinas kesehatan DKI Jakarta, bekerja sama dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya, dan Bidang Kesehatan Kodam Jaya diketahui membuka empat posko rapid test di dekat Markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat.

Namun, tak banyak peminat yang sukarela datang mengikuti tes.


"Iya nanti kami serahkan itu kepada Polda," kata Riza usai mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (27/11).

Begitupula soal potensi pidana dalam kasus kerumunan di Petamburan. Riza mengaku tak mau ikut campur hal itu sebab telah menjadi kewenangan aparat kepolisian Polda Metro Jaya.

"Sepenuhnya itu jadi wilayah aparat hukum, kita mengikuti aturan dan kententuan yang ada, tidak ada wilayah kami di Pemprov untuk komentari yang bukan wilayah," kata dia. 

Riza juga tak mau ambil pusing soal tudingan pihaknya gagal mengantisipasi kerumunan massa di Petamburan. Pihaknya sudah berupaya menerapkan lockdown sejak awal penyebaran wabah, meski kemudian hanya menjadi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Selain itu kata dia, Pemprov DKI sejak awal telah menyusun aturan penegakan protokol kesehatan yang disertai sanksi.

"Artinya dari regulasi kami termasuk provinsi yang cukup baik, kalau tidak boleh disebut sangat baik, adalah yang pentingnya membuat regulasi soal Covid," sambung dia lagi.

Warga Kelurahan Petamburan menjalani pemeriksaan rapid test antigen di Posko Lapangan Futsal RW 04, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (27/11).Warga Kelurahan Petamburan menjalani pemeriksaan rapid test antigen di Posko Lapangan Futsal RW 04, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (27/11). (Foto: CNN Indonesia/Khaira Ummah Junaedi Putri)

Politikus Partai Gerindra itu juga mengklaim Pemprov DKI Jakarta termasuk yang paling banyak mengerahkan jajaran untuk memantau dan mengawasi aktivitas warga terkait penerapan protokol kesehatan.

"Lebih dari 2.000 Satpol PP, dari Disnaker, Dishub, Dinkes bahkan 5.000 PNS kami hadirkan setiap hari untuk adakan pemantauan dan pengawasan, luar biasa sesungguhnya," beber dia.

Terpisah, Ketua RW 04 Kelurahan Petamburan, Handhi Hasyim mengakui empat posko testing di Petamburan, sepi peminat. Menurut dia, kondisi ini salah satunya disebabkan lantaran warga merasa ketakutan jika dinyatakan positif Covid-19.

"Apalagi mereka yang sehat, dia khawatir kalau tanpa gejala gitu. Jadi intinya mereka khawatir, takut, trauma, seperti itu," tutur Handhi.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di lokasi sejak pukul 8.00-12.00 WIB, hanya ada 15 warga yang bersedia mendatangi salah satu posko pemeriksaan di Lapangan Futsal RW 4, Petamburan. Kondisi ini menurut Handhi tak jauh beda dengan tiga posko lainnya.

Padahal, Handhi mengaku sudah melakukan sosialisasi hingga membujuk warganya secara personal dan tak bisa memaksa mereka.

(thr/nma/NMA)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK