Libur Akhir Tahun, Polisi Rekayasa Lalin Tol Layang Japek

CNN Indonesia | Sabtu, 28/11/2020 03:19 WIB
Polisi melakukan rekayasa lalu lintas di jalan layang tol Japek untuk mencegah kemacetan. Ilustrasi tol Japek. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas jelang libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Kepala Bagian Operasional Korlantas Polri Kombes Pol Rudi Antariksawan menerangkan bahwa beberapa pengaturan lalu lintas yang disiapkan Polri nantinya akan diprioritaskan di sejumlah titik di Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek).

"Kami prioritaskan kendaraan dari tol elevated, nantinya di bawah bisa dilakukan contra flow dan pengurangan 1 lajur untuk memberi kendaraan yang turun dari elevated, karena lebih krusial jika terjadi hambatan di sana," kata dia, melalui keterangan tertulis, Jumat (27/11).


Rudi merincikan, beberapa titik yang akan menjadi fokus pengamanan lalu lintas ialah di Tol KM 41 dan pertemuan Tol Elevated pada KM 47. Kemudian, polisi juga mengamankan titik di pertemuan Tol Kalihurip Utama dan Tol Cikampek Utama pada KM 66.

Wilayah tersebut, nantinya akan dilakukan pengamanan mulai dari contra flow hingga one way jika memang dibutuhkan nantinya.

Selain itu, Rudi juga menerangkan bahwa polisi juga akan melakukan sistem buka tutup di tempat peristirahatan (rest area).

"Rest area juga kami imbau untuk menampung kapasitas 50 persen, di sana juga akan dilakukan buka tutup bila kapasitas sudah terpenuhi," ucap dia lagi.

Diketahui, untuk mengamankan libur akhir tahun tersebut polisi bakal melakukan Operasi Lilin 2020. Setidaknya, Polri menyiapkan 191.584 personel untuk mengamankan kegiatan masyarakat di libur akhir tahun mendatang.

Selain itu, aparat juga membangun sekitar 4.216 pos pelayanan dan pengamanan.

Diketahui, sejauh ini ada jadwal libur panjang akhir Desember 2020 jatuh pada 24-25 Desember. Kemudian cuti bersama 28-31 Desember dan libur 1 Januari 2021.

Sementara, ada wacana pemerintah bakal menghapus libur panjang tersebut dengan pertimbangan menekan laju penularan virus corona.

Juru Bicara Pemerintah untuk Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional Wiku Adisasmito sudah mengatakan bahwa libur panjang kerap memakan korban. Namun, hingga saat ini pemerintah masih belum memutuskan libur panjang tetap ada atau ditiadakan.

(mjo/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK