Pecah Rekor Corona dan Prediksi Kasus Naik pada Desember

CNN Indonesia | Sabtu, 28/11/2020 07:28 WIB
Kasus positif infeksi virus corona di Indonesia bertambah 5.828 orang pada Jumat (27/11) sehingga mencapai total 522.581 orang. Kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali pecah rekor. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kasus positif infeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia bertambah 5.828 orang pada Jumat (27/11). Angka ini membuat akumulasi kasus positif mencapai 522.581 orang.

Jumlah tambahan kasus itu, memecah rekor harian sebelumnya yakni 5.534 orang pada Rabu (25/11).

Pada Kamis (26/11) Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan dalam sepekan terakhir penambahan kasus positif di Indonesia tidak pernah berada di bawah angka 4 ribu.


Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, penambahan kasus harian di atas 4.000 sudah terjadi sejak 18 November. Saat itu, kasus positif bertambah sebanyak 4.265 kasus.

Kemudian, hari berikutnya atau 19 November bertambah 4.798 kasus, 20 November bertambah 4.792 kasus, 21 November bertambah 4.998 kasus, 22 November bertambah 4.360 kasus, 23 November bertambah 4.442 kasus, dan 24 November bertambah 4.192 kasus.

Epidemiolog dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra menilai penambahan kasus positif di Indonesia akan terus tinggi selama tidak ada pengendalian perilaku sosial dari masyarakat.

Selain itu, ia juga menyinggung soal kebijakan pemerintah yang tidak mendukung pencegahan penularan Covid-19.

"Masih akan naik, mendaki terus, kan memang begitu. Kasus ini tidak akan berhenti selama tidak ada kendali yang signifikan dari perilaku sosial dan kebijakan," kata dia saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (27/11).

"Pilkada dimana-mana, sosial keagamaan dimana-mana, orang demo dimana-mana, orang wisata dimana-mana," imbuh dia.

Ia lebih lanjut menyoroti soal kapasitas testing Indonesia yang berada di angka sekitar 50 ribu per hari.

Menurutnya, 10 bulan pandemi terjadi, harusnya pemerintah bisa melaksanakan pemeriksaan sebanyak 150 ribu perhari.

"Sekarang kan hampir 6 ribu kasus perhari. Kalau testing 3 kali lipat bisa jadi kasus 2 kali lipat dari sekarang di lapangan," ucap dia.

Jika merujuk data dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, pada minggu ketiga November, testing yang dilakukan pemerintah sudah mencapai sekitar 239 ribu.

Angka itu masih berada di bawah standar rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu 267 ribu per pekan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Masdalina Pane menyatakan peningkatan kasus harian yang terjadi beberapa waktu belakangan merupakan salah satu bukti kinerja petugas survailance.

"Bagi kita bukan persoalan jumlah kasus yang menjadi isu, tetapi bagaimana mereka bisa ditemukan dalam waktu lebih dini sehingga bisa dilakukan karantina dengan baik. Yang gejala ringan sedang, gejala tidak memburuk," ucap dia.

Menurutnya, tingginya angka positif harian tidak menjadi masalah asalkan kasus kematian rendah. Namun demikian, ia menyebut kondisi itu tidak terjadi di Indonesia.

"Kita tahu India, Amerika, mereka kasus perhari bisa 60 ribu, 70 ribu perhari, jadi biasa saja, yang penting itu angka kematian rendah. Di kita kan beda, kasusnya kita coba untuk sedikit, tapi kemudian kematian kita gila-gilaan. Hari ini kematian kita banyak sekali, rekor, itu yang enggak boleh," ucap dia.

Lebih lanjut, Masdalena memprediksi, jumlah kasus harian di Indonesia akan kembali naik pada Desember mendatang. Ini, kata dia, disebabkan karena kondisi iklim dan tren testing di Indonesia yang naik.

"Menurut saya hampir seluruh negara akan naik lagi kasusnya, karena kondisi iklim kita mendukung untuk itu. Musim hujan, udara lebih dingin, kalau panas kan covid sendiri tidak terlalu bisa hidup pada kondisi yang panas. Ditambah lagi testing kita meningkat," kata dia.

(yoa/bac)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK