Polri Respons PA 212: Negara Tak Boleh Dikalahkan Premanisme

CNN Indonesia | Selasa, 01/12/2020 07:26 WIB
Karopenmas Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan langkah pengamanan disiapkan untuk mengantisipasi massa Rizieq Shihab di Polda Metro Jaya. Ihwal massa akan mendampingi Rizieq Shihab menjalani pemeriksaan, Karopenmas Mabes Polri Brigjen Awi Setiyono menegaskan bahwa negara tidak akan kalah dengan premanisme (ANTARA/RENO ESNIR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mabes Polri merespons gelagat massa Persaudaraan Alumni 212 yang berencana turun ke jalan dan mendampingi petinggi FPI Rizieq Shihab menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada hari ini, Selasa (1/12).

Diketahui, Rizieq akan diperiksa terkait kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. PA 212 berencana menerjunkan massa untuk mendampingi Rizieq.

"Yang jelas, negara tidak boleh kalah dengan premanisme," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Awi Setiyono kepada wartawan, Senin (30/11).


Awi mengatakan kepolisian sudah menyiapkan langkah pengamanan untuk mengantisipasi kedatangan massa simpatisan Rizieq Shihab. Namun, dia tidak merinci berapa jumlah personel kepolisian yang akan dikerahkan.

"Disiapkan bagaimana laporan penyidik, bagaimana pengamanannya. Bagaimana keamanannya kan sudah disiapkan," kata Awi.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus juga sudah mengimbau agar massa tidak perlu datang mendampingi Rizieq Shihab.

"Datang ke sini yang baik-baik saja, enggak usah bawa simpatisan, ngapain kayak mau ini aja," ucap Yusri.

Ada empat orang yang akan diperiksa. Mereka adalah Rizieq Shihab, Menantu Rizieq berinisial HA, serta biro hukum FPI dan ketua panitia acara yakni Haris Ubadidillah.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jendral Persaudaraan Alumni PA 212 Novel Bamukmin menyatakan pihaknya bakal mendampingi Rizieq Shihab ke Polda Metro Jaya. Massa akan turun ke jalan.

"Kalau memang HRS (Habib Rizieq Shihab) memenuhi panggilan ke Polda Metro Haya maka bisa terjadi umat akan tumpah ruah turun ke jalan mengawal pemeriksaan," kata Novel kepada CNNIndonesia.com, Senin (30/11).

Kasus kerumunan massa di Petamburan, Jakarta Pusat sendiri sudah dinaikan statusnya ke tingkat penyidikan oleh kepolisian. Sebelumnya, polisi juga sudah menggali keterangan dari sejumlah pihak.

Termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria. Sejauh ini Anies telah mencopot Wali Kota Jakarta Pusat dari jabatannya terkait kerumunan di Petamburan.

(mjo/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK