Camat Tanah Abang dan Lurah Petamburan Dicopot

CNN Indonesia | Rabu, 02/12/2020 12:47 WIB
Plh Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi membenarkan bahwa Camat Tanah Abang Yassin Pasaribu dan Lurah Petamburan Setiyanto dicopot dari jabatannya. Ilustrasi. Kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat. Habib Rizieq Shihab menyapa massa di Markas Besar FPI, Petamburan, Jakarta, Selasa (10/11).CNN Indonesia/Adhi Wicaksono
Jakarta, CNN Indonesia --

Camat Tanah Abang Yassin Pasaribu dan Lurah Petamburan Setiyanto dicopot dari jabatannya. Pencopotan diduga terkait dengan kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat.

Pencopotan pejabat kecamatan dan kelurahan itu dibenarkan oleh Plh Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi.

Kata Irwandi, posisi Camat Tanah Abang akan diisi oleh Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Jakarta Pusat M. Fahmi, sedangkan Lurah Petamburan diisi oleh Kasie Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Tanah Abang Wirawan.


"Pak Fahmi sekarang Plh (Camat Tanah Abang). Di Kelurahan Pak Wirawan Plh, Jadi tidak ada yang kosong, semua terisi termasuk dari Wali Kota, Camat, Lurah, berjalan semua," kata dia kepada wartawan, Senin (30/11).

Irwandi tidak menjelaskan secara rinci alasan pencopotan tersebut. Namun, sebelumnya, Inspektorat DKI juga telah memeriksa Yassin dan juga Setiyanto berkaitan dengan peristiwa kerumunan massa yang terjadi pada acara Maulid Nabi dan pernikahan Putri Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Sabtu (14/11) di Petamburan, Jakarta Pusat.

Selain Yassin dan Setiyanto, Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andono Warih sebelumnya dicopot dari jabatannya.

Pencopotan itu berdasar dari hasil audit Inspektorat yang menilai keduanya telah lalai dan abai dengan tidak mematuhi arahan dan instruksi dari Gubernur.

Adapun salah satu aturan itu adalah larangan meminjamkan fasilitas pemprov atau memfasilitasi kegiatan warga yang sifatnya kerumunan atau pengumpulan massa.

Dalam kegiatan kerumunan di Petamburan pada Sabtu (14/11), diketahui bahwa jajaran kecamatan, kelurahan dan Suku Dinas Linkungan Hidup ditemukan justru meminjamkan fasilitas milik pemprov untuk kegiatan yang bersifat pengumpulan massa.

(yoa/ugo)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK