Anies Minta Warga DKI Tahan Diri Liburan Natal dan Tahun Baru

CNN Indonesia | Kamis, 03/12/2020 00:22 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta warga menahan diri menjelang masa libur dalam rangka Natal dan Tahun Baru mendatang di tengah pandemi Covid-19. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta warga menahan diri menjelang masa libur dalam rangka Natal dan Tahun Baru mendatang di tengah pandemi Covid-19. (Antara Foto/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta masyarakat ibu kota untuk menahan diri menjelang masa libur panjang dalam rangka Natal dan Tahun Baru mendatang di tengah pandemi Covid-19.

"Kami apresiasi sekali bahwa akhir tahun nanti liburan dikurangi. Saya berharap kepada semuanya, mari kita tahan diri dulu, karena dari data yang ada, klaster keluarga melonjak," kata Anies dalam program Mata Najwa yang ditayangkan di Trans7, Rabu (2/12) malam.

"Kemudian sebagian besar, bahkan bisa sampai 40-50 persen itu berlibur ke beberapa provinsi yang juga menghadapi lonjakan kasus, seperti Jawa Tengah."


Anies pun mengakui bahwa efek libur panjang akhir Oktober lalu berdampak pada kenaikan kasus Covid-19 di DKI. Ia mencatat, 13 November lalu kasus aktif Covid-19 di Jakarta kembali melonjak mulai dari 6 ribu hingga 10 ribu kasus.

"Efek libur panjang 28 Oktober sampai 1 November itu terasa 14 hari kemudian," ucap Anies.

Bila merujuk data Satgas Penanganan Covid-19, penambahan jumlah kasus positif Covid-19 baik secara harian maupun kumulatif mingguan di Indonesia melonjak 69-93 persen sejak libur Idul fitri 22-25 Mei 2020. Lonjakan kasus itu terlihat dalam rentang waktu 10-14 hari kemudian.

Hal serupa juga terjadi pada libur panjang Agustus 2020 lalu. Penambahan jumlah kasus positif Covid-19 baik secara harian maupun kumulatif mingguan melonjak 58-118 persen sejak libur panjang 20-23 Agustus 2020. Serupa sebelumnya, lonjakan kasus itu terlihat dalam rentang waktu 10-14 hari kemudian.

[Gambas:Video CNN]

Setelah itu, pada libur panjang 28 Oktober-1 November 2020 terjadi peningkatan kasus sebesar 17-22 persen. Angka ini terlihat sepanjang 8-22 November 2020 lalu.

Oleh sebab itu, Anies menegaskan bahwa perlu ada kerja sama dua pihak dalam menyelesaikan pandemi di ibu kota.

Di satu sisi, Pemprov DKI Jakarta bakal melakukan upaya 3T (testing, tracing dan treatment) secara masif. Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan tetap patuh dalam menjalankan 3M yang meliputi memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan libur akhir tahun dipangkas tiga hari. Dengan demikian, ada delapan hari libur akhir tahun 2020 dan awal tahun 2021 dari semula jatah total 11 hari libur.

(kha/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK