Krisis Lahan Makam Covid-19 Jakarta Berujung Kubur Tumpang

CNN Indonesia | Jumat, 04/12/2020 07:50 WIB
Pemakaman tumpang atau jenazah dalam satu liang kubur yang sama dinilai menjadi solusi keterbatasan lahan untuk jenazah Covid-19 di Jakarta. Lahan untuk pemakaman jenazah Covid-19 di DKI Jakarta kian menipis. Ilustrasi (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lahan pemakaman jenazah dengan protap Covid-19 di DKI Jakarta kian menipis. Di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, misalnya, hanya menyisakan 30 liang kubur untuk jenazah nonmuslim, sementara untuk jenazah muslim telah penuh.

Pemakaman tumpang dinilai menjadi solusi mengatasi keterbatasan lahan pemakaman jenazah khusus Covid-19 di Ibu Kota. Cara pemakaman tumpang pun bukan hal yang baru dilakukan di Jakarta.

"Solusi jangka menengah untuk mengatasi Covid-19 ini adalah pemakamannya harus tumpang tindih juga," kata Yayat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (3/12).


Yayat menilai makam tumpang langkah yang paling bisa dilakukan lantaran alternatif lain, seperti membuka lahan baru sulit direalisasikan dengan kondisi tanah yang mahal dan potensi penolakan warga.

"Membuka lahan baru beratnya salah satunya itu sulit cari tanahnya, harga mahal. Terus kalau untuk Covid-19 reaksi penolakan tinggi pasti, jika dekat perumahan warga," ujarnya.

Yayat menyadari makam tumpang diperlukan persetujuan dari keluarga jenazah. Oleh karena itu, kata Yayat, pihak TPU harus memiliki pencatatan yang baik terkait ahli waris makam tersebut.

"Sistem seleksi siapa yang bersedia. Registrasi pencatatan harus diketahui. Karena yang sulit jika tidak diketahui alamatnya. Apalagi kalau berasal dari luar Jakarta," katanya.

TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, dinyatakan penuh bagi jenazah muslim yang dimakamkan dengan protap Covid-19 sejak 8 November 2020. Sementara bagi jenazah nonmuslim hanya menyisakan 30 liang kubur hingga Rabu (2/12) lalu.

Selain di Pondok Ranggon, diketahui TPU Tegal Alur juga disediakan untuk pemakaman protap Covid-19

Jika merujuk data di corona.jakarta.go.id, sepanjang Oktober, tercatat ada 1.231 pemakaman dengan protap Covid-19 di Jakarta. Sementara pada November tercatat 1.171 pemakaman.

Pada 9 November lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies sempat mengatakan Pemprov DKI masih menyiapkan lahan baru untuk makam jenazah Covid-19 di TPU Rorotan.

"Atas tanah TPU di Rorotan saat ini sedang dalam proses pematangan lahan, sehingga belum siap digunakan untuk pemakaman," kata Anies.

Selain Rorotan, Pemprov DKI juga menyiapkan pemakaman untuk jenazah Covdi-19 di TPU Pegadungan

Anies mengatakan aset tanah yang ada di TPU Pegadungan merupakan lahan pengganti antara pengembang dengan Pemprov DKI Jakarta pada 1992.

Hampir sebulan usai ucapan Anies itu, CNNIndonesia.com mencoba menanyakan perkembangan pengadaan lahan makam itu kepada Dinas terkait.

Namun, hingga berita ini ditulis, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta Suzy Marsitawati tak merespon pesan singkat dan telpon. Selain Suzy, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho juga tak merespon pesan singkat.

Infografis Waspada Corona MenggilaFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Infografis Waspada Corona Menggila

Tak Bisa Kendalikan Pandemi

Sementara itu, Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra menyatakan pemerintah harus meningkatkan kapasitas pemakaman jenazah Covid-19 sebagai konsekuensi tak bisa mengendalikan penyebaran virus.

"Konsekuensi karena tidak menyelesaikan hulu persoalan, dimana-mana ada keramaian, aktivitas, virus merajalela, jadi tiada cara lain selain meningkatkan kapasitas perawatan dan pemulihan dan bahkan pemakaman," ujarnya.

Tidak hanya di Jakarta, Hermawan menyebut tingginya kasus kematian di sejumlah daerah karena perawatan dan penanganan terlambat oleh pemerintah.

"Perawatan dan penanganan terlambat, karena terlambat di-testing, terlambat di-testing karena kapasitas testing tidak memadai. Covid ini tidak kunjung tertangani dengan baik, maka tiada kata lain, itu semua akan dampaknya. Pemerintah harus siap dengan semua fasilitas," ujarnya.

Hingga Kamis (3/12), kasus positif virus corona di Indonesia mencapai 557.877 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 462.553 orang dinyatakan sembuh dan 17.355 orang lainnya meninggal dunia.

(yoa/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK