RK Diminta Bangun RS Darurat Atasi Pasien Covid Kota Bandung

CNN Indonesia | Jumat, 04/12/2020 19:59 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil diminta membangun RS darurat covid lantaran RS di Kota Bandung nyaris penuh dengan keterisian 87,15 persen. Ilustrasi. Gubernur Jabar Ridwan Kamil diminta bangun RS darurat seiring kapasitas RS rujukan pasien covid-19 di Kota Bandung yang nyaris penuh. (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Bandung, CNN Indonesia --

Wali Kota Bandung Oded M Danial meminta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyediakan RS darurat Covid-19 khusus Orang Tanpa Gejala (OTG) seiring kapasitas ruang isolasi di sejumlah RS rujukan yang nyaris penuh.

Tingkat keterisian ruang isolasi pasien Covid-19 di Kota Bandung mencapai 87,15 persen atau hanya tersisa 116 tempat tidur di RS rujukan.

"Untuk antisipasi, kami berkoordinasi dengan Pemprov Jabar dan akan mengusulkan rumah sakit darurat pasien Covid-19 yang telah melewati fase daruratnya," kata Oded di Balai Kota Bandung, Jumat (4/12).


Sementara keterisian ruang isolasi di hotel untuk pasien Covid-19 OTG juga sudah mencapai 64,06 persen atau hanya tersisa 23 dari total 64 tempat tidur yang disediakan.

Oded mengusulkan GOR Arcamanik, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), dan GOR Pajajaran untuk digunakan sebagai RS darurat kepada Pemprov Jabar. Namun lokasi ini belum diputuskan karena Pemkot Bandung masih melakukan koordinasi dan komunikasi.

"Ada beberapa tempat. Di Arcamanik, GBLA, dan GOR Pajajaran. Tapi belum diputuskan, ini sebagai langkah antisipasi jika terjadi lonjakan kasus," ujarnya.

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan tingkat keterisian ruang isolasi di rumah sakit rujukan pasien infeksi virus corona di kawasan Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi) dan Bandung raya (Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Sumedang) mencapai 80 persen.

Angka tersebut melebihi ambang batas standar keterpakaian tempat tidur di tengah pandemi Covid-19 yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 60 persen.

(hyg/psp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK