Vaksinasi Covid, Pemerintah Siapkan 440 Ribu Tenaga Kesehatan

CNN Indonesia | Selasa, 15/12/2020 11:22 WIB
Sebanyak 440 ribu tenaga kesehatan dan 23 ribu vaksinator disiapkan untuk membantu program vaksinasi Covid-19. Sebanyak 440 ribu tenaga kesehatan disiapkan untuk vaksinasi Covid-19. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah tengah menyiapkan 440 ribu tenaga kesehatan dan 23 ribu vaksinator untuk membantu program vaksinasi atau penyuntikan vaksin Virus Corona (Covid-19).

Kendati demikian, pemerintah hingga saat ini belum menetapkan jadwal pelaksanaan vaksinasi. Pemerintah masih dalam tahap mengawal keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) soal pemberian izin darurat penggunaan kandidat vaksin Sinovac.

Vaksin asal China itu sudah didatangkan ke Indonesia dengan jumlah 1,2 juta dosis pada Minggu (6/12).


"Sebanyak 440.000 tenaga kesehatan dan 23.000 vaksinator terus mempersiapkan diri untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 hingga ke seluruh daerah," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi melalui keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (15/12).

Oscar memaparkan, hingga 5 Desember 2020, pemerintah telah melakukan pelatihan kepada sebanyak 12.408 orang di 21 provinsi.

Tak hanya tenaga kesehatan, pemerintah juga telah melakukan pelatihan kesiapan bagi 29.635 orang tenaga vaksinator di 34 provinsi.

"Artinya, semuanya berjalan sesuai dengan rencana kita dan Insya Allah kesiapan-kesiapan itu kita jaga dari sisi jumlah, proporsional dari semua provinsi akan tercakup," kata dia.

Selain proses pemberian vaksinasi, Oscar juga menyebut upaya mengedukasi masyarakat sebelum program vaksinasi berjalan tidak kalah penting. Upaya edukasi ini menurutnya harus tersampaikan kepada masyarakat secara merata.

Oscar bilang, edukasi itu meliputi pemahaman soal efikasi vaksin, keamanan dan kehalalan vaksin. Ia menyebut sejauh ini perihal kehalalan, pihaknya telah mengupayakan koordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Namun yang tidak boleh ditinggalkan adalah mengkomunikasikan kepada masyarakat agar mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan dengan baik, itu adalah cara paling ampuh untuk melindungi masyarakat," jelasnya.

Lebih lanjut, Oscar pun menyebut sejauh ini tantangan pemerintah dalam melakukan skema proses vaksinasi beberapa diantaranya terhambat kendala geografis. Terutama di bagian wilayah Indonesia terpencil.

"Tenaga kesehatan dan vaksinator kita kadang-kadang mempunyai sebuah usaha yang luar biasa untuk menjangkau daerah ini," pungkasnya.

Sebelumnya, sebanyak 1,2 juta dosis vaksin buatan Sinovac telah tiba di tanah air, Minggu (6/12) lalu. Presiden Joko Widodo pun menyebut pemerintah saat ini masih mengupayakan mendatangkan 1,8 juta dosis vaksin. Diperkirakan vaksin tersebut akan tiba Januari 2021.

Namun hingga saat ini, belum diketahui data keamanan dan efikasi (kemanjuran) dari uji klinis tahap ketiga Vaksin Sinovac. Hal ini berbeda dari Pfizer yang telah mengeluarkan data efikasi, yakni 90 persen efektif, dan Moderna dengan klaim tingkat efektifitas hingga 94,5 persen.

Di Indonesia, uji klinis Vaksin Sinovac bekerja sama dengan Bio Farma dan Universitas Padjajaran baru tuntas pada Mei 2021 dan laporan awal pada Januari 2021.

(khr/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK