Tangani Covid, Epidemiolog Minta Pemerintah Benahi Komunikasi

CNN Indonesia | Kamis, 17/12/2020 04:25 WIB
Epidemiolog meminta pemerintah memperbaiki strategi komunikasi dalam penanganan covid supaya tak membingungkan masyarakat. Epidemiolog meminta pemerintah memperbaiki komunikasi penanganan covid mereka supaya tak membingungkan masyarakat. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Bisma Septalismaa).
Jakarta, CNN Indonesia --

Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menyebut strategi komunikasi resiko yang diterapkan pemerintah dalam menghadapi pandemi, khususnya pandemi covid-19 harus diperbaiki.

Para pemangku kepentingan, khususnya pemerintah kata Dicky tidak boleh terlalu banyak mengeluarkan istilah baru yang justru kurang relevan dalam penanganan covid-19 ini.

Hal ini diungkap Dicky merespons pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan soal pengetatan terukur yang akan diterapkan demi mengantisipasi lonjakan penularan menjelang Natal dan Tahun Baru.


"Ini yang harus diakui, kita harus perbaiki. Karena walau tujuan baik, tapi pemilihan kata misalnya tidak tepat, atau penyampaiannya tidak tepat, atau situasinya tidak tepat atau audicane tidak tepat, atau orang yang menyampaikanya tidak tepat, begitu banyak untuk paham melakukan strategi komunikasi resiko yang tepat dalam situasi pandemi," kata Dicky saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (16/12).

Ia menambahkan dalam penanganan pandemi covid, banyak muncul istilah baru yang kurang relevan dan berdampak dalam penanganan masalah itu.

Hal ini kata dia, berdampak kurang baik sebab banyak istilah yang muncul tanpa hasil pasti malah semakin membuat kepercayaan masyarakat terhadap penanganan covid-19 oleh pemerintah turun.

"Ini akan kurangi, sekali lagi keberhasilan, kepercayaan, bukan hal yang sepele ini yang saya kira harus diperbaiki," kata dia.

Dicky juga kemudian meminta bukan hanya kepada pemerintah pusat, tetapi juga segenap pemangku kepentingan di daerah. Sebaiknya kata dia pemerintah tak lagi menggunakan kata-kata yang bombastis dan cenderung politis dalam penanganan covid-19 ini.

Alih-alih itu akan lebih baik jika pemerintah menggunakan tenaga dan kemampuannya untuk menanggulangi dan menghentikan laju penyebaran wabah yang kian hari semakin tinggi di Indonesia ini.

"Jangan gunakan kalimat yang politis, bombastis atau apapun dalam pandemi ini, lakukan saja sesuai regulasi," kata dia.

(agt/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK