Yusuf Mansur Pulang Setelah 2 Pekan Dirawat karena Covid-19

CNN Indonesia | Rabu, 23/12/2020 22:10 WIB
Yusuf Mansur mengumumkan kepulangannya setelah dua pekan menjalani perawatan karena positif Covid-19 di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Pemimpin Pondok Pesantren Darul Qur'an, Yusuf Mansur. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin Pondok Pesantren Darul Qur'an, Yusuf Mansur mengumumkan kepulangannya setelah dua pekan menjalani perawatan karena positif Covid-19 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat pada Kamis (10/12) lalu.

Kepulangan tersebut diumumkan langsung oleh Yusuf lewat akun Instagramnya pada Rabu (23/12).

"Boleh pulang. Lanjut sebentar isolasi mandiri. Makasih doa-doanya ya. Mudah-mudahan beberapa hari lagi swab, negatif bener-bener dan bersih," demikian dikutip dari unggahan Yusuf.


Dalam unggahan video berdurasi 45 detik itu, Yusuf meluapkan kegembiraannya di hadapan salah seorang perawat yang berada di kamar tempatnya dirawat. Ia yang mengenakan kaos dan peci hitam kemudian bersujud syukur.

Dalam unggahan videonya yang lain, Yusuf merasa senang karena dapat kembali melihat lingkungan di luar kamar isolasinya.

Dalam keterangan video tersebut, ia mengucapkan terima kasih kepada para dokter dan perawat yang merawat dirinya selama 11 hari di RSPAD.

"11 hari nyebokin saya yang BAB dan BAK di pempers di tempat tidur. Pada sabar dan hebat. Dan saya lihat enggak beda-bedain orang. Siapa saja dilayani dengan sangat tulus enggak dibeda-bedain," tulisnya.

Yusuf mengumumkan secara langsung kabar dirinya yang dinyatakan positif Covid-19 pada Kamis (10/12) lalu, lewat akun Instagram. Dalam unggahan foto Instagram itu terlihat dua hasil tes Yusuf yang tertulis positif.

Ia juga sempat menceritakan perjuangannya selama menjalani isolasi dan perawatan di RSPAD. Ia mengaku sempat mengalami kesulitan bernapas usai, lemas, dan batuk selama sepekan dirawat.

"Saya ngalamin di mana kata orang, kalau kena Covid-19, baterai kayak tinggal 10%. Apalagi bila disertai batuk, meski sering-seringannya batuk. Sebab paru-paru dan organ pendukung enggak normal, itu bisa terasa sangat sakit," katanya Rabu (16/12).

(thr/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK