Polri Sebut 12 Lokasi Latihan Jamaah Islamiyah Ada di Jateng

CNN Indonesia | Senin, 28/12/2020 17:51 WIB
Polri menyatakan ada 12 lokasi yang dijadikan tempat pelatihan jaringan Jamaah Islamiyah di Jateng, salah satunya di Ungaran, Kabupaten Semarang. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono menyatakan ada 12 lokasi yang dijadikan tempat pelatihan jaringan Jamaah Islamiyah (JI) di Jawa Tengah. Salah satu lokasi itu berada di Ungaran, Kabupaten Semarang.

"Bahwa jaringan JI ini mempunyai beberapa lokasi ada di Jawa Tengah. Saya enggak bisa sebutkan di mana tapi ada 12 lokasi di Jawa Tengah, salah satunya di Ungaran. Kemarin sudah kita tengok ke sana, sudah kita lihat seperti apa pelatihan tersebut," kata Argo di Bareskrim Polri, Senin (28/12).

Argo mengatakan tempat pelatihan itu seperti rumah atau vila. Adapun sejumlah pelatihan yang diajarkan, kata dia, antara lain bela diri tangan kosong, melempar pisau hingga menggunakan senjata tajam.


"Juga diberi pelatihan bagaimana merakit bom dan bagaimana cara untuk dilakukan penyergapan, itu dilakukan dilatihkan oleh seseorang yang sudah kita tahan itu pengajarnya, bernama Pak Joko alias Pak Karso," ucap Argo.

Menurut Argo, Karso juga bertugas untuk merekrut pelatih. Setidaknya ada delapan orang yang diajak untuk melatih di kelompok tersebut.

"Ada delapan pelatih yang direkrut Karso ini kemudian digunakan untuk melatih murid yang kami sebutkan bahwa dia punya jaringan ponpes JI yang kemudian diambil 10 besar itu, kemudian direkrut tidak semua 10 besar ya, tetapi ada yang dipilih, dilihat kemudian bagaimana dia dilihat mentalnya, kemudian bagaimana posturnya dan bagaimana dia ideologinya," ujar Argo.

Ia juga menyatakan proses pelatihan berlangsung selama enam bulan. Setelahnya, murid-murid yang dilatih dikirim ke Suriah dan bergabung dengan organisasi teroris Jabhat Al-Nusra yang berafiliasi dengan Al-Qaeda untuk melanjutkan pelatihan militer di sana.

"Bahwa perekrutan generasi muda JI sudah sejak tahun 2011, kemudian ada 7 angkatan dengan total 96. Dari 96 ini kemudian yang berangkat ke Suriah ada 66. Kenapa enggak 96 ke Suriah? Karena ada beberapa yang sudah kita lakukan penangkapan sehingga jumlahnya berkurang yang berangkat ke Suriah," kata Argo.

Argo menerangkan dari puluhan orang yang berangkat ke Suriah itu, ada yang tewas dan telah dimakamkan di Suriah. Namun, juga ada yang telah kembali ke Indonesia.

"Tentu beberapa sudah kita lakukan penangkapan dan sudah divonis oleh pengadilan dan masih ada yang dalam proses," ucap Argo.

Densus 88 Anti Teror Polri membongkar sejumlah lokasi yang menjadi pusat pelatihan jaringan teroris JI di Jawa Tengah.

"Lokasi ini menjadi tempat pelatihan para generasi muda JI. Mereka dilatih bergaya militer dengan tujuan untuk membentuk pasukan sesuai dengan program yang dibuat oleh pemimpin jaringan ini (JI)," kata Argo, Sabtu (26/12).

(yoa/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK