ICU di Kabupaten Bogor Penuh, Ruang Isolasi Terisi 88 Persen

CNN Indonesia | Sabtu, 09/01/2021 02:16 WIB
Tempat tidur di ruang ICU di RS rujukan Covid-19 di Kota Bogor terisi 100 persen, sementara ruang isolasi terisi 88 persen. Ilustrasi ruang perawatan pasien Covid-19. (Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kondisi keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) ruang Intensive Care Unit (ICU) di Rumah Sakit rujukan pasien Covid-19 di Kabupaten Bogor telah terisi 100 persen sejak Rabu (6/1) lalu.

Sementara kapasitas tempat tidur di ruang isolasi rawat inap untuk pasien Covid-19 terisi 88,8 persen alias terisi 993 orang dari total 1.119 tempat tidur.

"Memang benar ICU sudah terisi 100 persen. Jumlahnya ada 56 ya ruang ICU," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor Dedi Syarif saat dihubungi CNNIndonesia, Jumat (8/1).


Dedi pun menjelaskan kondisi itu memperlihatkan bahwa mayoritas pasien Covid-19 saat ini bergejala dan beberapa diantaranya mengalami perburukan kondisi tubuh saat isolasi. Sehingga mereka membutuhkan perawatan khusus serta membutuhkan peralatan medis cukup seperti ventilator.

"Pasien yang datang ke RS kan bergejala. Kemudian juga kemungkinan mengalami perburukan saat di RS sehingga harus ke ICU," jelasnya.

Dedi menyebut dua tempat isolasi bagi pasien covid-19 dengan gejala ringan hingga orang tanpa gejala yang berada di Wisma Diklat BPSDM Kemendagri Kemang dan Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, saat ini relatif masih dapat menampung pasien.

Sejauh ini solusi yang dilakukan pihaknya dalam mengatasi kenaikan jumlah pasien adalah memindahkan pasien gejala berat yang sudah mulai membaik ke tempat isolasi mandiri seperti di Kemang dan Megamendung. Hal itu diharapkan agar RS tetap mampu menampung pasien yang membutuhkan perawatan.

Adapun dalam hal ini, pihaknya melalui Sistem Penanganan Gawat Darurat terpadu (SPGDT) telah bekerjasama dengan berbagai daerah untuk bantuan rujukan pasien dari Kabupaten Bogor.

"Yang pasti kami ada SPGDT, nanti bisa dirujuk ke Jakarta," kata Dedi.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Bogor Kusnadi mengaku penambahan ruangan ICU merupakan langkah cukup berat dilakukan saat ini. Tak hanya bicara fasilitas kesehatan, Kusnadi mengaku pihaknya juga harus mempersiapkan tenaga medis yang mumpuni.

"Untuk ICU agak susah, karena bukan hanya ruangan, tapi SDM, sarana prasarananya," kata Kusnadi melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (8/1).

Kusnadi pun mengaku saat ini hanya mampu menambah kapasitas tempat tidur untuk ruang isolasi rawat inap biasa. Ia juga mengaku saat ini pihaknya telah mengusulkan agar Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo di Kecamatan Cisarua dijadikan RS khusus rujukan pasien covid-19.

"Ruang isolasi biasa sedang kami usahakan, namun untuk target jumlahnya belum bisa menjawab," imbuhnya.

Tak hanya di Kabupaten Bogor, kondisi serupa juga terjadi di Kota Depok, Jawa Barat. Kapasitas pemakaian tempat tidur di rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Depok nyaris penuh karena lonjakan kasus positif infeksi virus corona.

Menipisnya daya tampung itu dialami tempat tidur untuk ruang isolasi maupun ICU. Data Pemerintah Kota Depok mencatat tempat tidur di ruang ICU terisi 90,32 persen, sementara di ruang isolasi mencapai 85 persen.

(khr/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK