Gubernur Sumut Minta Bupati-Wali Kota Harus Siap Divaksinasi

CNN Indonesia | Sabtu, 09/01/2021 02:45 WIB
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, meminta para wali kota dan bupati di wilayahnya harus siap disuntik vaksin virus corona. Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. (CNN Indonesia/ Priska Sari Pratiwi)
Medan, CNN Indonesia --

Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi, meminta agar para wali kota dan bupati di wilayahnya harus siap disuntik vaksin virus corona (Covid-19).

Dia juga meminta pemerintah Kabupaten/Kota melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa vaksin Covid-19 telah melalui berbagai proses pengujian dan aman digunakan. Bahkan untuk meyakinkan masyarakat, Edy bersedia menjadi yang pertama untuk divaksin.

"Sampaikan ke rakyat kalau ini aman. Untuk di Sumut saya yang akan pertama kali divaksin. Kalau saya aman, seluruh bupati dan wali kota harus juga ikut divaksin. Kemudian tenaga kesehatan, TNI dan Polri serta seluruh rakyat. Dia harus 70 persen dari jumlah penduduk. Harus mau (divaksin) karena ketidakmauan akan mengganggu kesehatan orang lain. Sanksinya ada itu," kata Edy, Jumat (8/1).


Edy juga meminta seluruh bupati /wali kota untuk melakukan pemeriksaan secara langsung kesiapan vaksin. Rencananya vaksinasi dilakukan mulai 14 Januari 2021 dengan sasaran para tenaga kesehatan.

"Saat ini penyaluran vaksin ke daerah masih menunggu hasil dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Bila nanti sudah selesai, saya harap bupati dan wali kota nanti harus cek langsung kesiapan vaksinasi dan pastikan tempat penyimpanan sesuai standar pengamanan vaksin," ujar Edy.

Edy menambahkan ke depan seluruh dokter dan tenaga kesehatan yang bertugas di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, yang terlibat langsung dalam pelayanan pasien Covid-19 wajib melakukan pemeriksaan PCR setiap dua minggu sekali. Hasil pemeriksaan PCR dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota atau Dinas Kesehatan Provinsi.

"Pemeriksaan Swab PCR pada pegawai di perkantoran juga harus dilakukan, baik pemerintah maupun swasta, warga binaan lembaga pemasyarakatan di Lapas, jemaah di rumah ibadah dan orang-orang berstatus kontak erat, penelusuran kontak (contact tracing) dilakukan kepada 36 orang kontak erat dari 1 kasus konfirmasi covid-19," sebutnya.

Di sisi lain, Sumut saat ini telah memiliki Mobile Laboratory Biosafety Level-2 (Mobile Lab BSL-2) hasil inovasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Mobile Lab BSL-2 akan beroperasi di Rumah Sakit (RS) Tingkat II Putri Hijau, Medan. Melalui laboratorium bergerak ini, upaya testing, tracing, treatment (3T) dalam penanganan Covid-19 dapat dilakukan dengan lebih cepat.

"Saya rasa ini sangat membantu sekali. Sebab selama liburan Tahun Baru dan Natal 2021 sedikit terjadi peningkatan jumlah kasus Covid-19 akibat mobilisasi masyarakat. Karena itu, kehadiran Mobile Lab BSL-2 diharapkan dapat membantu percepatan penanganan Covid-19," urainya.

Apalagi, kata Edy, walaupun vaksin Covid-19 sudah sampai di Sumut, namun belum dapat diambil kesimpulan 100% dapat menghentikan pandemi ini.

"Vaksin belum ada kepastian memberikan keamanan 100% virus ini akan berakhir. Saat ini saya yakin benar, bila masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan yakni dengan tetap memakai masker, pandemi ini dapat kita redam," ucapnya.

(fnr/ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK