Menag Tak Ingin Jebolan Kampus Islam Terjerat Korupsi

CNN Indonesia | Kamis, 14/01/2021 20:36 WIB
Menag Yaqut Cholil ingin lulusan kampus PTKIN menjadikan ajaran Islam sebagai pondasi berprilaku. Menag Yaqut Cholil Qoumas meminta jebolan kampus Islam tak korupsi. (CNN Indonesia/Zai)
Lampung, CNN Indonesia --

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan tak ingin lulusan kampus Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terjerat kasus korupsi. Yaqut ingin lulusan kampus tersebut menjadikan ajaran Islam pondasi berprilaku.

"Bagaimana kita memandang agama menentukan bagaimana untuk kita bersikap. Saya tidak ingin yang membawa nama Islam ini, terjerat kasus yang tidak islami seperti korupsi misalnya," kata Yaqut di Universitas Islam Negeri (UIN) Radin Inten Lampung, Kamis (14/1).

Yaqut juga mengingatkan agar para alumni kampus Islam menjadikan agama sebagai inspirasi. Menurutnya, jika semua orang menjadikan agama sebagai inspirasi bukan aspirasi, maka akan terhindar dari prilaku buruk yang merugikan agama dan bangsa.


"Jadi jangan cuma bangga saja dengan nama Islam, tapi nilai-nilainya tidak disampaikan dalam pola ajar. Jangan sampai jebolan Islam ini, masih melakukan hal yang sebenarnya tidak pernah diajarkan dalam ajaran Islam," ujarnya.

Lebih lanjut, Yaqut meminta agar PTKIN mampu meningkatkan minat prodi keislaman. Menurut ketua umum GP Ansor itu, prodi mata pelajaran umum justru yang lebih banyak diminati para lulusan SMA.

"Ke depan, ada kolaborasi perguruan tinggi umum dengan PTKIN. Hal ini agar PTKIN mampu berkembang dan menjadi pilihan serta lebih unggul," katanya.

Yaqut mengaku sudah melakukan pertemuan dengan Rektor Universitas Indonesia (UI) dalam membahas kolaborasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan PTKIN.

"Saat ini kami sedang berpikir, bagaimana jika PTN dan PTKIN ini berkolaborasi. Saya rasa, hasilnya akan luar biasa. Ini bukan karena saya sebagai alumni PTN, tapi saya melihat PTKIN jauh lebih hebat dan menjadi pilihan selain PTN," ujarnya.

Seleksi Nasional

Sementara Panitia nasional Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) 2021, Ali Ramdani mengatakan seleksi mahasiswa dilakukan dengan sistem terpadu secara nasional. Penentuan kelulusan peserta didasarkan pada nilai rapor peserta.

"Mengenai informasinya, akan disosialisasikan Kampus dan juga website media sosial resmi panitia SPAN-PTKIN," kata Ali.

Proses seleksi, kata Ali, diawali dengan pengisian dan verifikasi PDSS yang akan dimulai pada tanggal 19 Januari-17 Februari 2021. Kemudian dilanjutkan ke tahap pendaftaran hingga tanggal 1 Maret 2021.

"Untuk seleksi dilakukan melalui dua tahap. Sementara pengumumannya, tanggal 5 April 2021 nanti berdasarkan keputusan menteri," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengapresiasi peluncuran jalur penerimaan mahasiswa baru SPAN-PTKIN. Arinal mengatakan tingkat kepercayaan masyarakat kepada UIN Radin Inten Lampung terus meningkat.

"Saya berharap, kerjasama UIN Radin Inten Lampung ini bisa bersinergi dengan 33 janji kerja saya," kata Arinal.

(zai/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK