Muhadjir Ingatkan Pasien Covid-19: Jangan Dikit-dikit ke RS

CNN Indonesia | Rabu, 27/01/2021 16:10 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy mengingatkan kepada warga terpapar Covid-19 agar tidak selalu dibawa ke rumah sakit maupun tempat isolasi yang disediakan pemerintah. Menko PMK Muhadjir Effendy mengingatkan kepada warga terpapar Covid-19 agar tidak selalu dibawa ke rumah sakit maupun tempat isolasi yang disediakan pemerintah. (Foto: Rusman-Biro Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengingatkan kepada warga yang terpapar Covid-19 agar tidak selalu dibawa ke rumah sakit atau tempat isolasi yang disediakan pemerintah.

"Jangan kemudian dikit-dikit dibawa ke tempat yang terpusat. Jangan dikit-dikit dibawa ke rumah sakit," kata Muhadjir melalui tayangan video yang telah diizinkan untuk dikutip, Rabu (27/1).

Muhadjir mengatakan dalam situasi pandemi Covid-19 yang angka kasusnya makin tinggi, penanganan pasien di rumah sakit mesti dilakukan secara ketat. Mereka yang dibawa ke rumah sakit, menurutnya, seharusnya adalah orang yang membutuhkan pertolongan atau pasien bergejala serius.


Alih-alih ke rumah sakit, kata Muhadjir, jika memang masih bisa ditangani di level puskesmas,maka pasien tersebut disarankan untuk tidak langsung ke rumah sakit.

"Kalau bisa ditangani sebelum level rumah sakit, tadi itu mungkin tingkat paling kecil misal puskesmas itu juga lebih betul," kata dia.

Jumlah positif Covid-19 di Indonesia pada Selasa (26/1) menembus angka satu juta kasus.Ketika akumulasi kasus masih di kisaran angka 1.000 orang, Presiden Joko Widodo meresmikan fasilitas Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19, tepatnya pada 23 Maret 2020.

Sebanyak 100 rumah sakit rujukan disiapkan di penjuru daerah untuk menangani Covid-19. Bangunan rumah sakit kuno di Pulau Galang, Batam, juga resmi beroperasi sebagai RS Darurat Covid-19 pada April 2020.

Namun fasilitas tersebut tak cukup menampung kasus aktif Covid-19 yang mencapai 161.636 orang dalam perawatan atau tempat isolasi mandiri.

Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) telah meminta pemerintah agar menyiapkan protokol seleksi penerimaan pasien Covid-19 berdasarkan gejala yang dialami masing-masing penyintas.

Upaya itu dinilai perlu dilakukan guna meminimalisasi kondisi terpenuhinya keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di berbagai Rumah Sakit (RS) tanah air yang terjadi belakangan ini.

"Kuncinya seleksi pasien. Jadi jangan sampai RS penuh hanya karena pasien isolasi biasa yang seharusnya bisa juga dilakukan di RS yang bukan rujukan," kata Sekretaris Jenderal Persi Lia Gardenia Partakusuma saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (26/1).

(tst/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK