PKS Sebut Pemerintah Berantakan Tangani Pandemi Covid-19

dmi, CNN Indonesia | Rabu, 27/01/2021 16:57 WIB
PKS menyebut masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah, salah satunya permasalahan testing, tracing, dan treatment. PKS menyebut pemerintah masih berantakan dalam menangani pandemi virus corona. Ilustrasi (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKS Netty Prasetiyani Aher mengatakan pemerintah masih berantakan menangani pandemi virus corona (Covid-19). Kondisi ini membuat lonjakan kasus positif Covid-19 Indonesia telah mencapai satu juta lebih.

"Dari hulu ke hilir penanganan Covid-19 oleh pemerintah masih berantakan," kata Netty dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/1).

Netty mengatakan sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah. Ia turut menyoroti rendahnya testing, tracing, dan treatment yang dilakukan pemerintah.


Ia juga menilai saat ini pelaksanaan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak juga kian longgar.

"Juga kekurangan ruang isolasi dan nakes, realisasi insentif nakes yang belum 100 persen, sengkarut data vaksinasi, hingga buruknya komunikasi publik," ujarnya.

Lebih lanjut, Netty mempertanyakan klaim Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyatakan pemerintah mampu mengendalikan pandemi, baik dalam krisis kesehatan maupun ekonomi.

Dari sisi kesehatan, kata Netty, positivity rate atau rasio kasus positif Covid-19 di Indonesia berada di angka 33,24 persen. Angka itu jauh lebih tinggi dari standar positivity rate yang ditetapkan WHO sebesar 5 persen.

"Ini asumsi-asumsi yang patut dipertanyakan kebenarannya. Di mana letak keberhasilannya? Apa ukuran dan indikatornya?" ujar Netty.

"Sementara kasus Covid-19 di Indonesia kembali pecah rekor dan menjadi yang tertinggi di seluruh Asia Tenggara," katanya menambahkan.

Senada dengan Netty, anggota Komisi IX dari Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati menyatakan saat ini pemerintah harus lebih konsisten dengan kebijakan yang diambil dalam penanganan pandemi Covid-19.

Menurutnya, pemerintah harus konsisten menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Ia menilai kebijakan PPKM masih longgar. Bahkan mobilitas penduduk masih belum cukup ketat dibatasi dan terkesan tak konsisten.

"Pengawasan atas pelaksanaan PPKM juga masih lemah dan kurang didukung penegakan aturan, sehingga meskipun diberlakukan PPKM, namun kondisi di masyarakat maupun di tempat kerja seperti tidak banyak perubahan," kata Mufida.

Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai angka 1.024.298 per hari ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 164.113 merupakan kasus aktif atau masih menjalani perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta semua pihak merenung setelah total kasus positif Covid-19 tembus 1 juta lebih. Di sisi lain, kata Budi, pemerintah akan memperbaiki tracing, testing, dan treatment untuk menekan penyebaran virus corona.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut ada kemungkinan pemerintah menerapkan karantina wilayah terbatas guna meredam penularan virus corona. Sistem karantina itu bisa merujuk seperti yang diterapkan Hong Kong.

(fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK