Respons Warga Jajal Fly Over Lenteng Agung & Tanjung Barat

CNN Indonesia | Senin, 01/02/2021 07:49 WIB
Sebagian warga merespons positif keberadaan fly over Tanjung Barat dan Lenteng Agung, tapi juga khawatir akan keamanan lalu lintas di persimpangan itu. Foto udara jalan layang (fly over) Lenteng Agung dan Tanjung Barat di wilayah Jakarta Selatan, Senin (3/8/2020). (Foto: ANTARA/HO- Kominfotik Jakarta Selatan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Beragam respons terlontar dari warga yang melewati jalan layang atau fly over Tanjung Barat dan Lenteng Agung, di Jakarta Selatan. Uji coba untuk umum atau open traffic dimulai sejak Minggu (31/1) kemarin hingga Selasa (2/2) atau sepanjang tiga hari.

Sebagian warga yang lewat menyambut baik keberadaan fly over lantaran kepadatan lalu lintas di kawasan itu berangsur berkurang.

"Alhamdulillah sudah enak sekarang, sudah tidak macet lagi," ungkap warga Poltangan, Tanjung Barat, Wani Kurniadi (53) saat ditemui di lokasi fly over Tanjung Barat seperti dikutip Antara, Minggu (31/1).


Sejak dibuka untuk umum pukul 08.00 WIB pada Minggu (31/1) kemarin, warga setempat mencoba jalan layang tersebut dengan melintas berputar ke arah Pasar Minggu maupun untuk jalan pagi, atau juga sekadar berswafoto.

Menurut Wani, sebelumnya dia harus berputar di perlintasan Universitas Pancasila untuk bisa ke arah Pasar Minggu atau menempuh jalan ke arah Condet--yang lebih jauh. Tapi kini jadi kian mudah dengan adanya fly over.

Tak hanya itu, sebelum fly over dibangun, dia dan warga sekitar terpaksa melewati kemacetan di perlintasan Tanjung Barat untuk berputar ke arah Pasar Minggu. "Sekarang tinggal naik fly over lebih cepat, kalau dulu harus antre di perlintasan sampai 15 menit baru bisa jalan," ungkap Wani.

Senada diutarakan warga lain yang tinggal persis di depan fly over Tanjung Barat, Ali (54). Kata dia, jarak tempuh dari Poltangan ke Pasar Minggu sejauh enam kilometer kini bisa ditempuh sekitar 10 menit.

"Kalau dulu 35 menit untuk bisa sampai ke Pasar Minggu, karena harus antre untuk di perlintasan," tutur Ali.

Was-was Warga

Namun rupanya tak sepenuhnya senang, Ali merasa was-was akan keamanan lalu lintas di kawasan itu. Utamanya kendaraan dari arah Poltangan dan Pasar Minggu.

Itu sebab ia menyarankan perlu ada lampu merah untuk mengatur lalu lintas. Menurut Ali yang memiliki toko persis di depan fly over tersebut, sebagian besar pengguna jalan layang adalah Warga Poltangan yang melintas ke Pasar Minggu untuk bekerja dan berbelanja.

"Rata-rata warga Poltangan ini pedagang, mereka hampir setiap hari ke Pasar Minggu dan pastinya pengguna aktifnya adalah warga sekitar," ungkap Ali.

Senada diungkapkan Wani, dia juga mengaku khawatir ketika melintas di jalan layang Tanjung Barat lantaran akses menuju jalan itu jaraknya berdekatan dengan persimpangan di daerah tersebut.

Saat ditemui di dekat fly over Poltangan, dia menuturkan, kendaraan yang keluar dari area ini harus berhati-hati agar tidak bertabrakan dengan kendaraan yang melaju lurus dari arah Pasar Minggu menuju Lenteng Agung.

"Harusnya ada petugas yang mengatur arus lalu lintas, karena kalau tidak diatur, bisa-bisa kendaraan yang dari Poltangan mau masuk FO bisa ditabrak kendaraan yang lurus dari arah Pasar Minggu," ungkap dia.

Menurut pengamatan Wani, kendaraan yang melintas dari arah Pasar Minggu lurus ke Lenteng Agung itu rata-rata memacu kecepatan saat arus lalu lintas lengang. Sedangkan akses masuk fly over Tanjung Barat ke arah Pasar Minggu tak jauh dari persimpangan kompleks Poltangan.

"Coba saja perhatikan, kalau tidak hati-hati melintas, bisa saja kita ditabrak sama kendaraan yang melaju dari arah Pasar Minggu," kata Wani lagi.

(Antara/nma)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK