Banjir Kampung Melayu Surut, Warga Bersihkan Rumah

CNN Indonesia | Jumat, 05/02/2021 19:50 WIB
Banjir di Kampung Melayu, Jaktim, yang dipicu oleh air kiriman dari Bogor dan diperparah pasang di Jakut, mulai surut pada Jumat (5/2) siang. Ilustrasi warga Kampung Melayu membersihkan sisa banjir. (Foto: CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Banjir yang merendam Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur berangsur surut. Sejumlah warga tampak membersihkan rumah pada Jumat (5/2) siang.

Raminah (65), warga RT 13, RW 04, Kebon Pala, menceritakan air mulai naik pada tengah malam. Ketika ia terjaga pada pukul 03.00 WIB, ketinggian air sekitar sepinggang.

"Siaga III," cetus Raminah sambil membersihkan sisa banjir yang masuk ke rumahnya.


Menurut Raminah, banjir berangsur surut sejak pukul sembilan pagi. "Jam 09.00 WIB tadi, [banjir] berkurang dikit-dikit," kata Raminah.

Sementara, Ketua RT 13 RW 4 Kebon Pala, kampung melayu, Sanusi mengatakan ketinggian banjir sempat mencapai 125 sentimeter. "Siaga II," kata dia.

Menurut dia, banjir menggenangi empat RT di dua RW. Yakni, RT 12 dan RT 13 di RW 04; RT 11 dan RT 10 di RW 5.

Menurutnya, bencana ini merupakan banjir kiriman. Beberapa hari sebelumnya, hujan memang terus mengguyur wilayah tersebut. Namun, kata dia, banjir baru tiba di wilayahnya pada dini hari tadi.

"[Banjir] kiriman. Sebelumnya sudah dapat pemberitahuan dari kelurahan terutama," kata Sanusi.

Sejak awal tahun, kata Sanusi, banjir telah melanda wilayahnya sebanyak tiga kali, dengan dua di antaranya terjadi pada bulan lalu.

Warga pun, kata Sanusi, masih akan terus siaga banjir selama beberapa waktu ke depan. "Masih siaga aja," ucapnya.

Sementara itu, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) M. Sambas mengatakan, banjir juga merendam dua RW di wilayah Tanah Rendah, Kampung Melayu.

"Tapi di sana lebih cepat surut," kata dia.

Menurutnya, Kebon Pala merupakan wilayah yang terparah. Sebab, di antara wilayah yang lain kampung tersebut merupakan yang paling rendah.

"Kalau [wilayah] yang lain [tinggi air] sedengkul, [Kebon Pala] ini sudah sepinggang," terang dia.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, pada Jumat (5/2) siang, banjir masih menggenangi sebagian Kampung Kebon Pala. Meskipun berangsur surut, ketinggian air di sejumlah titik masih mencapai 20 centimeter.

Menurut Lurah Kampung Melayu Setiyawan, saat ini banjir yang meredam wilayah tersebut sudah mulai surut. "Tadi sekitar pukul 10.00 WIB mulai surut banjirnya," ujar Setiyawan.

Bulan pertama di Tahun 2021, Indonesia dihantam bencana: Dari Aceh hingga Papua; dari rentetan gempa, erupsi gunung, hingga banjir.Bulan pertama di Tahun 2021, Indonesia dihantam bencana: Dari Aceh hingga Papua; dari rentetan gempa, erupsi gunung, hingga banjir. (Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen)

Diketahui, banjir melanda Kebon Pala setelah beberapa jam sebelumnya Pintu Air Katulampa mengeluarkan status Siaga III dengan tinggi muka air (TMA) mencapai 100 sentimeter pada Kamis (4/2) malam.

Selain itu, kata Setiyawan, hujan juga terus mengguyur sejak Kamis (4/2) malam. Sementara, air kiriman melintas di permukiman penduduk melalui Sungai Ciliwung yang membelah kawasan itu. Di lokasi lain, kata dia, air laut di pantai Jakarta tengah pasang. 

"Dari semalam situasi air laut memang sedang pasang sehingga laju dari dari hulu yang memiliki volume cukup tinggi, tertahan di hilir. Dampaknya ya meluap," katanya.

Akibatnya, kata dia, setidaknya ada 10 RT di Kelurahan Kampung Melayu yang terendam banjir dengan ketinggian berkisar antara 25 Cm hingga 60 Cm sejak Jumat (5/2) dini hari.

Berdasarkan data Setiyawan, 437 jiwa di Kampung Melayu terdampak banjir tersebut. RT 10/RW 05, Kelurahan Kampung Melayu, menjadi daerah yang paling terdampak.

Tercatat ada 105 jiwa di RT 10/RW05 yang terdampak banjir. Menurut Setiyawan, saat ini para warga yang terdampak banjir sempat diungsikan ke sejumlah lokasi pengungsian terdekat.

(iam/dmi/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK