Syarat Perjalanan saat PPKM Mikro, Berlaku Mulai Hari Ini

CNN Indonesia | Selasa, 09/02/2021 19:47 WIB
Satgas Covid menerbitkan syarat perjalanan orang dalam negeri di masa PPKM mikro yang mulai berlaku 9 Februari 2021. Syarat baru perjalanan orang saat PPKM mikro berlaku mulai 9 Februari 2021. (Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satgas Covid-19 menerbitkan ketentuan perjalanan orang dalam negeri di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKMMikro yang berlaku mulai 9 Februari 2021.

Ketentuan itu diatur dalam Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19.

Selain wajib menerapkan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, ada beberapa pengetatan protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan.


Pertama, masker yang dikenakan wajib masker kain tiga lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut. Selama perjalanan, masyaraka tidak diperkenankan berbicara langsung maupun melalui telepon di moda transportasi umum.

Pelaku perjalanan juga tidak diperkenankan makan dan minum sepanjang perjalanan atau penerbangan yang waktu tempuhnya kurang dari 2 jam kecuali bagi individu yang wajib mengonsumsi obat.

Selain itu, ada beberapa jenis tes Covid-19 yang bisa dilakukan oleh pelaku perjalanan orang.

Syarat ke Pulau Bali

Pengguna moda transportasi udara ke Pulau Bali diwajibkan untuk menunjukkan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.

Jika menggunakan hasil rapid test antigen, sampel diambil maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

"Surat keterangan negatif Covid-19 dari hasil tes tersebut akan digunakan sebagai syarat perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia," ujar beleid yang diteken Kepala BNPB Doni Monardo.

Sementara untuk pengguna kendaraan pribadi atau umum, wajib menunjukkan hasil negatif dari tes antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3x24 jam sebelum keberangkatan.

Infografis Beda GeNose, Rapid Antigen dan Swab PCR untuk Tes Covid-19Infografis Beda GeNose, Rapid Antigen dan Swab PCR untuk Tes Covid-19. (Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian)

Syarat Perjalanan di Pulau Jawa dan Daerah Lain

Untuk pelaku perjalanan menggunakan moda transportasi umum darat, Satgas Covid-19 daerah akan melakukan tes acak atau random check rapid test antigen/GeNose test.

Untuk pelaku perjalanan udara, wajib menunjukkan hasil negatif swab PCR yang berlaku 3x24 jam sebelum keberangkatan, untuk rapid test antigen berlaku 2x24 jam sebelum keberangkatan.

Pelaku perjalanan transportasi laut diwajibkan menunjukkan surat negatif Covid-19 menggunakan swab PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan.

Pelaku perjalanan dengan kereta api antarkota wajib menunjukkan hasil PCR atau rapid test antigen, atau GeNose test yang diambil kurang dari 3x24 jam sebelum keberangkatan.

Satgas juga melarang pelaku perjalanan melanjutkan perjalanannya jika menunjukkan gejala sakit, meskipun telah memiliki surat keterangan negatif Covid-19.

"Apabila hasil test PCR/Rapid antigen/GeNose pelaku perjalanan negatif namun menunjukan gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan melakukan tes PCR dan isolasi mandiri," ujar huruf g aturan tersebut.

Khusus selama libur panjang atau libur keagamaan, pelaku perjalanan jarak jauh darat dan menggunakan moda kereta api dan kendaraan pribadi, diharuskan tes PCR atau rapid antigen atau GeNose dalam kurun waktu 1x24 jam sebelum berangkat.

Perjalanan rutin di Pulau Jawa dengan moda transportasi laut atau darat dalam satu wilayah aglomerasi tidak diwajibkan menunjukkan hasil tes PCR atau rapid antigen, maupun GeNose. Anak usia di bawah 5 tahun juga tidak diwajibkan untuk mengikuti tes PCR/rapid antigen/GeNose.

(mln/psp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK