Operator Ihsan Yunus PDIP Serahkan 2 Sepeda Brompton ke KPK

CNN Indonesia | Rabu, 10/02/2021 15:13 WIB
Politikus PDIP Ihsan Yunus diduga kuat terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan bansos terkait Covid-19. Orang kepercayaan Politikus PDIP Ihsan Yunus, Agustri Yogasmara alias Yogas menyerahkan dua sepeda merek Brompton ke KPK, Rabu (10/2). (CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Orang kepercayaan Politikus PDIP Ihsan Yunus, Agustri Yogasmara alias Yogas menyerahkan dua sepeda merek Brompton kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sepeda tersebut merupakan pemberian dari tersangka kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek Tahun 2020, Harry Sidabuke.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, dua unit sepeda itu tergeletak di lobi Gedung Merah Putih KPK. Sepeda jenis lipat itu masing-masing berwarna hijau muda dan hitam.


Yogas enggan memberikan keterangan kepada awak media. Pria yang juga dikenal sebagai operator Ihsan itu langsung menuju lantai 2 gedung untuk bertemu dengan penyidik yang menangani perkara tersebut.

"Informasi yang kami terima benar [ada penyerahan sepeda]," kata Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, saat dikonfirmasi, Rabu (10/2).

Ali menambahkan penyidik akan menganalisis lebih lanjut dua sepeda tersebut. Jika berkaitan dengan perkara, sepeda akan disita.

"Apabila kemudian disimpulkan ada keterkaitan dengan perkara yang sedang dalam proses penyidikan ini, tentu akan dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam berkas perkara,

Keterkaitan dua sepeda merek Brompton dengan kasus yang tengah diusut KPK ini diketahui saat tim penyidik lembaga antirasuah menggelar rekonstruksi perkara pada Senin (1/2) lalu.

Lokasi penyerahan sepeda terjadi di kantor PT Mandala Hamonangan Sude, salah satu perusahaan yang mendapat paket kuota 'jumbo' penyediaan bansos.

KPK enggan menyampaikan secara gamblang apakah sepeda tersebut diterima oleh Ihsan atau tidak.

Ihsan yang juga anggota DPR ini disinyalir mengetahui seputar kasus yang juga menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

Pada rekonstruksi disebutkan bahwa Ihsan pernah melakukan pertemuan dengan tersangka yang merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Sosial (Kemensos), Matheus Joko Santoso dan Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kementerian Sosial, M. Syafi'i Nasution.

Pertemuan itu diduga membahas terkait penyediaan bansos. Ihsan diagendakan diperiksa sebagai saksi pada Rabu (27/1) lalu.

Namun, pemeriksaan batal lantaran surat panggilan belum diterimanya. Hingga saat ini, KPK belum memberikan kepastian terkait waktu penjadwalan ulang pemeriksaan yang bersangkutan.

Penyidik juga sudah menggeledah rumah orang tua Ihsan yang berada di Jalan Raya Hankam, Nomor 72, Cipayung, Jakarta Timur. Dari sana, penyidik mengamankan alat komunikasi dan sejumlah dokumen yang disinyalir terkait dengan perkara.

Selain itu, adik Ihsan, Muhammad Rakyan Ikram pun sudah diperiksa sebanyak dua kali. Lembaga antirasuah menduga perusahaan Rakyan turut mendapat paket pekerjaan bansos untuk wilayah Jabodetabek Tahun 2020.

Dalam kasus ini, komisi antirasuah sudah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Selain Juliari, empat tersangka lainnya adalah PPK Kementerian Sosial, Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, serta dua pihak swasta Ardian I M dan Harry Sidabuke.

(ryn/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK