Hasil Tes Antigen Belum Masuk Pendataan Nasional

CNN Indonesia | Selasa, 16/02/2021 17:18 WIB
Hasil pemeriksaan rapid test antigen disebut belum bisa terintegrasi dengan sistem pusat sehingga tidak masuk dalam laporan harian perkembangan Covid-19. Ilustrasi. Warga melakukan swab antigen Covid-19, di kawasan Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Minggu (14/2/2021). (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengungkapkan temuan orang terinfeksi virus corona (Covid-19) dari hasil deteksi rapid test antigen hingga kini belum terdata dan masuk ke laporan harian perkembangan kasus di Indonesia.

Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19, Alexander Kaliaga Ginting menjelaskan penghitungan yang belum terintegrasi dengan data pusat itu berimplikasi pada laporan sebaran kasus Covid-19. Menurut dia, rilis harian yang dilaporkan hanya menyertakan hasil pemeriksaan Covid-19 menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

"Sejak dikeluarkan SE Perjalanan, kapasitas rapid test antigen meningkat pesat demikian pula sejak diterbitkan nya Kepmenkes soal rapid antigen. Persoalannya, belum dapat dilakukan pelaporan ke New All Record (NAR)," terang Alexander saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (16/2).


"Jadi harus aplikasinya di-update sehingga ke depan laporan bisa merangkum semua jenis pemeriksaan laboratorium," tambah dia.

Sejak sepekan lalu, Kemenkes mengumumkan bahwa rapid antigen sah ditetapkan sebagai alat deteksi virus corona yang dilaporkan dalam kasus baru nasional. Langkah ini menurut Kemenkes ditempuh demi mempercepat dan memperbanyak jumlah tracing atau penelusuran.

Kendati mengakui hasil antigen belum diikutsertakan pada pelaporan harian, Alex belum bisa membeberkan secara detail jumlah temuan pasti kasus Covid-19 hasil rapid test antigen tersebut.

Adapun Alex membeberkan alasan tersebut sekaligus untuk menjawab pertanyaan mengenai jumlah pemeriksaan Covid-19 yang turun sekitar 20 persen sepanjang pekan lalu. Padahal sebelumnya Kemenkes sudah mewanti-wanti soal potensi kenaikan kasus, usai rapid test antigen ditetapkan sebagai alat diagnosis final kasus Covid-19 yang dilaporkan sebagai kasus baru nasional.

"Dari data ini jelas yang terlaporkan lewat NAR hanya PCR dan TCM. Yang lainnya masih laporan di sektor masing masing," tutur Alex.

Terpisah, Anggota Bidang Tracking Satgas Penanganan Covid-19, Masdalina Pane mengaku sejauh ini jumlah tes dan telusur yang dilakukan pemerintah sudah cukup masif. Hanya saja memang belum banyak yang dilaporkan, sehingga kondisi ini juga berimplikasi terhadap perkembangan kasus Covid-19 yang dilaporkan.

"Itu yang dibilang sama Pak Luhut, masih ada 2 juta kasus yang pending. Sebenarnya kalau dari sisi tes kita sudah gila-gilaan sekali," kata Masdalina kepada CNNIndonesia.com, Selasa (16/2).

Oleh sebab itu, Masdalina meminta agar Kemenkes segera merombak sistem data terpusat dan pelaporan NAR. Sehingga seluruh data dapat terintegrasi baik daerah dan pusat, alias satu pintu.

Sebab menurutnya masih banyak daerah yang tidak melaporkan jumlah tes dan kasus Covid-19 di wilayahnya ke sistem NAR Kemenkes. Kondisi tersebut lantas menghasilkan perbedaan kasus Covid-19 antara pemerintah pusat dan daerah.

"Jadi untuk provinsi dan kabupaten/kota yang suka menyembunyikan kasus akan ketahuan, banyak itu," pungkas Masdalina.

Sementara itu, sebagaimana diketahui, jumlah kumulatif pemeriksaan infeksi virus corona terhadap warga menurun 20 persen atau berkurang 56.591 orang yang diperiksa dibandingkan pekan sebelumnya.

Terlihat jumlah orang yang diperiksa pada periode 1-7 Februari sebanyak 287.131 orang, sedangkan pada 8-14 Februari berkisar di 230.540 orang yang diperiksa dalam sehari.

Sementara Senin (15/2) kemarin, jumlah testing sempat merosot hingga 19.626 orang yang diperiksa dalam sehari.

Penurunan jumlah itu berdampak pada perkembangan penemuan sebaran kasus Covid-19 di Indonesia yang menurun 25 persen atau berkurang 19.892 kasus dibandingkan pekan sebelumnya.

Infografis Beda GeNose, Rapid Antigen dan Swab PCR untuk Tes Covid-19Infografis Beda GeNose, Rapid Antigen dan Swab PCR untuk Tes Covid-19. (CNNIndonesia/Basith Subastian)

(khr/nma)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK