Usai Kasus Cengkareng, Patroli Digelar di Markas TNI-Polri

CNN Indonesia | Jumat, 26/02/2021 19:37 WIB
Aparat gabungan mengadakan patroli di markas militer, Polri, dan daerah rawan kriminal pasca-kasus penembakan di Cengkareng, Jakarta Barat. Personel Polri bersiap melakukan patroli pengamanan Natal dan Tahun Baru di Polda Aceh, Banda Aceh, Aceh, Senin (21/12/2020). (ANTARA FOTO/AMPELSA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aparat gabungan yang terdiri dari TNI Angkatan Darat, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar patroli usai kasus penembakan di Cengkareng, Jakarta Barat. Patroli diadakan di markas militer, Polri, dan daerah rawan kriminal pada Kamis (25/2) malam.

"Sasaran patroli meliputi di antaranya markas militer dan markas Polri, daerah rawan terjadinya kriminal," kata Kapendam Jaya Letkol Arh Herwin BS dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/2).

Patroli ini digelar setelah seorang anggota TNI AD dan dua warga sipil meninggal dunia akibat insiden penembakan yang dilakukan oleh oknum polisi. Insiden tersebut terjadi di salah satu kafe, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (25/2) dini hari.


Sebelumnya, Panglima Kodam Jaya Dudung Abdurachman berpesan agar patroli bersama yang digelar antara Garnisun atau satuan pasukan militer dengan Polda Metro Jaya lebih diperketat.

"Untuk mengurangi tindakan-tindakan yang merugikan nama Institusi Angkatan Darat pada khususnya," kata Dudung, sebagaimana dikutip dari rilis tersebut.

Patroli tersebut merupakan operasi gabungan besar dengan melibatkan 250 personel dari TNI, Polri, dan Satpol PP.

Menggunakan beberapa kendaraan, tim gabungan menyusuri Jalan Sudirman, Bundaran Senayan, Jalan Fatmawati, Blok M, Mampang Prapatan, Kuningan, Cikini, Manggarai, Kuningan, Gatot Subroto dan berakhir di Mapolda Metro Jaya.

Selain untuk mengantisipasi tindak kriminal, dalam operasi ini aparat gabungan juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar menjalankan protokol kesehatan. Karenanya, patrol juga dilakukan di tempat yang dinilai rawan terjadi kerumunan dan tempat hiburan seperti cafe.

"Terutama menggunakan masker guna mencegah bahaya Covid-19, serta guna memutus rantai penyebarannya," kata Herwin.

Herwin mengatakan operasi gabungan ini juga menjadi bentuk pelaksanaan sinergitas Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya. Hal ini dilakukan demi terwujudnya keamanan dan ketertiban di wilayah ibu kota.

"Dengan harapan terwujudnya wilayah DKI Jakarta yang aman dan tertib serta segera terlepas dari wabah pandemi Covid-19," kata Herwin.

Sebelumnya, seorang oknum polisi Bripka CS yang tengah mabuk menembak mati salah satu anggota TNI AD dan dua karyawan sebuah kafe di Cengkareng, Jakarta Barat.

Setelah peristiwa tersebut, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran meminta maaf atas tindakan yang dilakukan salah satu anggotanya.

"Sebagai Kapolda Metro Jaya atasan tersangka saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, kepada keluarga korban dan kepada TNI AD," kata Fadil dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Kamis (25/2).

(iam/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK