Menkes Sebut 2 Kasus Mutasi Corona Inggris Masuk dari Saudi

CNN Indonesia | Selasa, 02/03/2021 20:33 WIB
Menkes Budi Gunadi mengatakan belum ada publikasi ilmiah yang menyatakan strain baru virus itu lebih fatal, namun strain virus itu lebih menular. Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut dua kasus kasus mutasi virus SARS-CoV-2 B117 yang dideteksi pemerintah masuk dari Arab Saudi. (Kris - Biro Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan dua kasus mutasi virus SARS-CoV-2 B117 atau varian baru Virus Corona terdeteksi masuk RI dari Arab Saudi.

"Tadi malam kita menemukan dua kasus, masuk dari Saudi Arabia dan memiliki strain virus baru ini," kata Budi dikutip dari tayangan CNNIndonesia TV, Selasa (2/3).

Budi mengatakan belum ada publikasi ilmiah yang menyatakan bahwa strain baru virus itu lebih fatal. Namun, menurutnya, strain baru virus tersebut lebih menular.


"Pesan saya, tetap jalankan disiplin, memakai masker, cuci tangan, jaga jarak. Untuk masyarakat itu yang harus dijaga. Selama kita tetap lakukan protokol kesehatan yang baik apapun virusnya dapat kita hindari," ujarnya.

Mantan wakil menteri BUMN itu lantas membandingkan temuan B117 di Indonesia dengan negara-negara tetangga.

Di Malaysia dan Singapura, kata dia, virus itu dideteksi pada Desember 2020 sementara di Filipina pada Januari 2021 dan Thailand pada Februari 2021.

"Kalau sekarang baru keluar di kita, ada dua kemungkinan. Satu, Tuhan sangat menyayangi negara kita selama ini, atau dua, memang baru ketemu sekarang," kata Budi.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan mengumumkan penemuan dua kasus mutasi virus SARS-CoV-2 B117 di Indonesia. Mutasi virus itu diketahui pertama kali ditemukan di Inggris dan kini telah menyebar di lebih dari 33 negara.

Temuan itu didapatkan dari hasil pemeriksaan terhadap 462 sampel dengan metode Whole Genome Sequence (WGS). Varian baru ini menjadi 'kado' setahun pandemi virus corona menjangkit Indonesia.

(yoa/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK