Pandemi, Polisi Bubarkan Aksi Tolak Otsus Papua di Semarang

CNN Indonesia | Jumat, 05/03/2021 15:58 WIB
Wakapolrestabes Semarang mengaku terpaksa membubarkan massa aksi tolak Otsus Papua karena melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid. Aparat Kepolisian membubarkan aksi unjuk rasa menolak Otonomi Khusus (Otsus) Papua jilid 2 yang berlangsung di jalan Imam Barjo Semarang, Jumat (5/3/2021). (CNNIndonesia/Damar Sinuko)
Semarang, CNN Indonesia --

Aparat kepolisian membubarkan aksi unjuk rasa menolak Otonomi Khusus (Otsus) Papua jilid II yang berlangsung di jalan Imam Barjo, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (5/3).

Sebelum dibubarkan, massa yang tergabung dalam Petisi Rakyat Papua (PRP) telah diperingatkan berkali-kali oleh polisi agar tidak melanjutkan aksinya. Polisi beralasan kerumunan yang terjadi dalam aksi itu telah melanggar protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

"Kami minta agar saudara-saudara bisa taat hukum dan patuhi aturan. Mohon segera membubarkan diri karena ini masih masa pandemi dan kita harus disiplin protokol kesehatan, tidak berkerumun dan menciptakan kerumunan. Sekali lagi, mohon bisa dipahami", ujar Wakapolrestabes Semarang AKBP Iga Nugraha di depan massa.


Meski sempat diajak negosiasi, polisi tetap tegas meminta aksi demo segera bubar.

Massa dalam aksi itu sebelumnya mengikat diri mereka dalam barikade menggunakan tali untuk mencegah aksi pembubaran oleh polisi.

Lantaran massa tetap bersikeras melakukan aksi, polisi akhirnya melakukan tindakan tegas berupa pembubaran. Kericuhan pun tak terhindarkan. Massa berontak sehingga membuat polisi mengamankan beberapa orang yang diduga menjadi provokator.

Aksi menolak Otsus Papua jilid 2 digelar sebagai reaksi protes sebagian masyarakat Papua yang tergabung dalam Petisi Rakyat Papua (PRP) yang merasa tidak mendapatkan manfaat dari pemberlakukan status tersebut. Otsus Papua dinilai tidak berdampak pada kesejahteraan kehidupan masyarakat Papua.

(dmr/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK