Dua Terduga Teroris di Jatim Disebut Terkait JI dan JAD

CNN Indonesia | Jumat, 02/04/2021 16:52 WIB
Terduga teroris Surabaya, S, disebut terkait Jemaah Islamiyah (JI), sedangkan R-H alias A-O, yang diamankan di Tuban, disebut bagian dari JAD. Ilustrasi operasi Densus 88/AT Polri. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri, di Surabaya dan Tuban, Jawa Timur, Jumat (2/4), masing-masing disebut merupakan anggota jaringan teroris yang berbeda.

Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, S (41) yang ditangkap Surabaya merupakan anggota Jemaah Islamiyah (JI). Sedangkan R-H alias A-O (42), yang diamankan di Tuban merupakan bagian dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Kedua terduga teroris ini dari dua jaringan yang berbeda, untuk S dari jaringan JI, dan R-H alias A-O dari JAD," kata Gatot, saat dikonfirmasi Jumat (2/4).


Kedua terduga teroris ini ditangkap dalam waktu bersamaan pada Jumat pagi (2/4). S ditangkap di bilangan Sukomanunggal, Surabaya. Sedangkan R-H alias A-O (42), diamankan di Purboyo Mayangsekar, Tuban, Jatim.

Tak hanya penangkapan kedua terduga teroris itu, Personel Densus 88 juga melakukan penggeledahan rumah kedua terduga. Dan menyita sejumlah barang bukti.

Meski demikian, Gatot mengatakan kedua tersangka yang diamankan dari dua daerah ini tidak ada kaitannya dengan pelaku aksi terorisme di Makassar dan di Mabes Polri, beberapa waktu lalu.

"Kedua tersangka ini tidak ada kaitannya dengan teroris atau pelaku bom bunuh diri di Makassar, dan pelaku penembakan di Mabes Polri," pungkas dia.

Beberapa hari sebelumnya, Densus 88 menangkap dua terduga teroris di wilayah, Jawa Timur, Tulungagung dan Nganjuk, Selasa (30/3).

"Bahwa benar telah dilakukan penangkapan terhadap dua terduga teroris oleh Densus 88 dibantu jajaran Polda Jatim, di dua lokasi yang pertama di Tulungagung, kedua di Nganjuk," kata Gatot, Rabu (31/3).

Di Tulungagung , Densus 88 mengamankan satu terudga teroris berinisial NMR. Tepatnya di Desa Buntaran, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung.

"Dari terduga teroris diamankan beberapa barang bukti, dua pucuk senpi rakitan," ujar dia.

Kemudian di Nganjuk, Gatot mengatakan, Densus 88 berhasil meringkus satu orang terduga teroris berinisial LAM, dan barang bukti satu buku berjudul 'Fiqih Jihad'. Menurutnya, kedua terduga teroris tersebut merupakan jaringan JAD.

(frd/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK