Jejak DPO Teroris Tanjung Barat: Gabung FPI, Ngaji di Condet

CNN Indonesia | Senin, 12/04/2021 08:42 WIB
Pihak keluarga mengakui NF, buron kasus terorisme yang menyerahkan diri, pernah jadi simpatisan FPI, menghadiri sidang Rizieq Shihab, serta mengaji di Condet. Ilustrasi simpatisan FPI. (Foto: Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

AS, seorang perajin aksesoris dari kertas, mengisahkan bahwa adik iparnya NF, yang merupakan salah satu dari tiga nama buron kasus teroris yang dirilis polisi, pergi dari rumah dengan wajah panik pada Senin (29/3).

Ia menduga kepanikan NF, yang terlihat terakhir kali berkumpul bersama keluarganya pada saat Nisfu Sya'ban, Minggu (28/3), itu disebabkan oleh keberadaan sejumlah orang mencurigakan di lingkungannya.

"Pas hari Senin [tanggal] 29 [Maret]-nya udah agak tegang, keliatan. Soalnya banyak yang lalu lalang aneh-aneh, kayaknya nyari," kata AS, di balai rumahnya, di Gang Kenanga, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pekan lalu.


NF, lanjutnya, kemudian pergi bersama rekannya S, adik dari YI pada pukul 23.00 WIB dengan membawa baju ganti. Mereka lantas berpamitan kepadanya yang sedang duduk di gang depan rumahnya.

Menurut AS, adiknya itu pergi tanpa merinci soal lokasi tujuannya.

"Ya saya juga enggak nanya lagi karena panik kelihatannya," kata AS.

Sebelumnya, Divisi Humas Polri merilis tiga nama dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus terorisme. Mereka antara lain YI alias Jr (53) yang beralamat di Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Lalu NF (35) di Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Terakhir, ARH (48) di Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Ketiganya dianggap mengetahui, merencanakan, dan membuat bom untuk menyerang TNI-Polri, industri milik etnis Tionghoa, SPBU serta area publik yang dilakukan oleh Husein Hasni.

NF sendiri sudah menyerahkan diri ke Polres Jakarta Selatan.

Lingkungan FPI

Dalam pembicaraannya, AS mengaku banyak tidak mengetahui tentang adik iparnya itu. Meskipun, NF sudah tinggal persis di sebelah rumahnya sejak 10 tahun lalu sejak ia menikahi adik dari istri AS.

NF, kata dia, memiliki pribadi yang tertutup, baik kepada keluarga dari pihak istrinya yang tinggal di Gang Kenanga, maupun kepada tetangganya.

"Kalau temen-temennya sih masih pada datang, nyari," kata AS.

AS juga menyebut bahwa NF kerap berganti-ganti pekerjaan. Ia mengatakan adiknya itu pernah berjualan ikan cupang cukup lama dan sempat menjadi penagih utang atau debt collector. Sekitar dua bulan lalu, NF berjualan telur ayam di rumahnya.

Ia pun mengaku tidak mengetahui secara persis bagaimana adiknya bisa masuk dalam daftar buron kasus teroris yang dirilis polisi. Istri NF pun, kata dia, hanya bercerita setelah didesak bahwa suaminya itu berteman dengan salah satu warga yang aktif di ormas Front Pembela Islam (FPI) berinisial Jr.

Infografis Bertahan dari luka TerorismeInfografis Bertahan dari luka Terorisme. (Foto: CNN Indonesia/Fajrian)

"Diajak sama Jr. Jr yang ngajak, Bang," kata AS, menirukan ucapan istri NF.

J merupakan panggilan YI, warga di Gang Kenanga, Jati Padang, Jaksel. Namun, ia telah menjual rumahnya dan berpindah ke tempat lain sejak 10 tahun lalu. Meski demikian, J kerap mendatangi keluarganya di Gang Kenanga.

Menurut AS, J sangat aktif di FPI, organisasi yang telah dibubarkan pemerintah pada 30 Desember tahun lalu. Selain J, warga Gang Kenanga yang aktif di FPI adalah S, yang rumahnya tepat berada di seberang kediaman AS dan memiliki usaha catering dan rias pengantin.

NF sendiri, kata dia, baru belakangan ini bergabung dengan ormas terlarang itu.

"Dia hanya ikut-ikutan. Tadinya juga enggak masuk anggota FPI, cuma baru-baru aja ikut-ikutan," kata AS mendahului pertanyaan pewarta.

AS menuturkan di sekitar tinggalnya memang banyak anggota FPI. Setelah organisasi itu dibubarkan oleh pemerintah, kebanyakan dari mereka berhenti melakukan kegiatan organisasi. Atribut-atribut organisasi itu juga disingkirkan.

Perubahan pun, kata dia, terjadi pada diri NF dan S sejak pimpinan FPI Rizieq Shihab dijerat dengan kasus kerumunan dan penyebaran berita bohong.

Keduanya menjadi sering mengikuti pengajian di Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur, setiap kamis malam. Selain pengajian, mereka juga sering mengikuti persidangan Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

"Sebelumnya enggak ada apa-apa. Berubahnya itu ada pengajian di Condet," ungkap Awang.

Ia sendiri tak merinci apapun soal pengajian di Condet itu. Namun, berdasarkan keterangan paman dari NF, Z, salah satu orang yang dipanggil 'habib' di pengajian itu ditangkap oleh polisi terkait kasus terorisme.

Z sendiri tak yakin keponakannya itu terlibat kasus terorisme. Terlebih, pengajiannya baru diikuti selama dua pekan.

Mainan Anak

Menurutnya, rumah NF belum digeledah. Di rumah tersebut, kata Awang tidak ada benda-benda berbahaya. Sejak FPI dibubarkan pemerintah, atribut ormas itu juga tidak ada di rumah adiknya.

"Cuma ada ketapel, itu kan punya anaknya mainan," kata AS.

Dia juga menyesalkan tindakan yang dilakukan adik iparnya. Sebab, istri dan anaknya turut terkena imbas. Istri NF yang kini sehari-hari berjualan telur di rumah, sempat bermaksud menutup usahanya karena ketakutan.

Namun, AS meyakinkan agar usaha itu tetap dilanjutkan karena sudah memiliki pelanggan.

Infografis Sepak Terjang FPI 1Infografis Sepak Terjang FPI. (Foto: CNN Indonesia/Asfahan Yahsyi)

"Tiap sore kan kek nasi goreng aja ada yang beli 6 kilo. Setiap hari tuh. Walaupun seribu-seribu kan lumayan," katanya.

Selain itu, anak NF juga kerap menangis mencari bapaknya. Kadang, AS mengaku kerepotan karena kesedihan anak itu.

"Kayak kemarin Senin, dia nyari 'bapak mana, bapak mana?' Ya saya sih, dalam hati, ya, bapak lu enggak punya pikiran," cetus AS, sambil mengusap matanya.

Setelah berbincang dengan Awang, pewarta mendatangi kediaman saudara kandung YI dan S di Gang Kenanga. Namun, mereka menolak memberi pernyataan apapun. Menurut salah satu saudara mereka berdua, persoalan itu sensitif dan merupakan privasi.

Ketua RT 10 RW 01 Kelurahan Jati Padang Umar Taufik Umar membenarkan secara administrasi YI merupakan warganya. Ia juga membenarkan bahwa S merupakan adik YI atau Jr dan keduanya merupakan aktif di FPI.

"Simpatisan, simpatisan," ungkap Umar.

Mengenai S yang telah beberapa hari pergi meninggalkan rumah bersama NF, Umar mengaku tidak tahu. Sejak kasus DPO itu mencuat ke publik, Umar mengaku belum mengunjungi keluarga mereka.

"Saya terus terang menjaga situasi seperti ini saya merasa masih sungkan. Memang keluarganya masih tinggal di sini, Bang Jr sudah pindah," kata Umar.

(iam/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK