Keterisian RS Covid di Jakarta Turun Jadi 40 Persen

CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 12:46 WIB
Keterisian tempat tidur RS rujukan covid-19 di Jakarta diklaim melandai hingga di angka 40 persen. Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rawat inap dan Intensive Care Unit (ICU) di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta mulai menurun. Sampai pekan kedua April, tingkat keterisian berkisar di angka 40 persen.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan hingga 11 April 2021, dari 106 rumah sakit rujukan, Jakarta memiliki 7.314 tempat tidur untuk menangani pasien yang terinfeksi virus corona. Dari jumlah tersebut, total pasien yang masih menjalani isolasi sebanyak 2.999 atau sekitar 41 persen.

Pun dengan tingkat keterisian tempat tidur untuk ICU juga melandai. Dari total 1.084 tempat tidur yang tersedia, hanya 520 yang terpakai atau 48 persen.


Meski demikian, dalam sebulan belakangan ini, penambahan kasus harian covid-19 cenderung fluktuatif di ibu kota. Penambahan kasus beberapa kali masih tercatat lebih dari seribu kasus dalam sehari.

Namun bila dirata-rata tiap pekannya, memang terdapat penurunan kasus covid-19 di DKI. Pada periode 16-22 Maret, jumlah kasus covid-19 di DKI berjumlah sebanyak 10.521 kasus.

Kemudian pada pekan selanjutnya yakni periode 23-29 Maret kasus menurun menjadi total 8.650 kasus. Dilanjutkan pada periode 30 Maret-5 April kasus terus menurun menjadi 6.283 kasus.

Pada sepekan belakangan ini periode 6-12 April, penambahan kasus covid-19 naik sedikit menjadi total 6.301 kasus dalam sepekan.

Sampai dengan Selasa (13/4), jumlah kasus positif di Jakarta mencapai 394.118 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 381.449 orang dinyatakan sembuh, dan 6.482 orang meninggal dunia.

Sedangkan, jumlah kasus aktif kini berada di angka 6.187 kasus. Mereka masih menjalani isolasi mandiri ataupun dirawat di rumah sakit.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengklaim bahwa kasus covid-19 di Jakarta cenderung terkendali. Kondisi itu menurutnya dibuktikan dengan kasus aktif yang menurun hingga fasilitas kesehatan tak lagi over capacity.

Selain itu, menurut Anies, saat ini program vaksinasi juga masih terus berjalan dengan cepat. Lansia dan petugas pelayanan publik masih menjadi prioritas sasaran penerima vaksin.

(dmi/pris)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK