Jokowi Pamer Penurunan Kasus Corona ke Angela Merkel

CNN Indonesia
Rabu, 14 Apr 2021 10:14 WIB
Presiden Jokowi pamer penurunan kasus Covid-19 di Indonesia saat bertemu secara daring dengan Kanselir Jerman Angela Merkel. Presiden Jokowi pamer capaian Covid-19 di depan Kanselir Jerman Angela Merkel. (Foto: Muchlis - Biro Pers)
Jakarta, CNN Indonesia --

Di depan Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Joko Widodo mengklaim kasus Covid-19 di Indonesia sudah mulai turun. Pertemuan secara daring, dari Istana Bogor, Selasa (13/4), ini dilakukan sehari setelah pembukaan Pameran Hannover Messe 2021. Pada ajang pameran dagang di Jerman itu, Indonesia menjadi negara mitra atau official partner country.

Ia berdalih itu disebabkan oleh masyarakat yang disiplin menerapkan protokol kesehatan dan kebijakan micro lockdown.

"Di bulan Januari, angka positif Indonesia sempat mencapai lebih dari 14 ribu dalam satu hari. Sementara dalam dua minggu ini, angka positif berkisar 4-5 ribu per hari," kata Jokowi dikutip dari situs web resmi Kementerian Sekretariat Negara, Rabu (14/4).


Jokowi juga menjelaskan Indonesia telah memulai vaksinasi Covid-19. Indonesia menggunakan produk vaksin Sinovac dan AstraZaneca sejak vaksinasi dimulai 13 Januari 2021.

Dalam kesempatan itu, kedua pemimpin juga membahas kekhawatiran terkait akses vaksin sekaligus sepakat soal pemerataan aksesnya bagi setiap negara.

"Presiden Jokowi menekankan pentingnya kedua negara membangun kerja sama kesehatan ke depan," tulis Kemensetneg di situs resmi mereka.

Pada pertemuan sehari sebelumnya di Hannover Messe 2021, Merkel juga sempat membahas pandemi Covid-19. Di hadapan Jokowi, Merkel menyampaikan Jerman sedang menjalani masa-masa sulit.

Dia menyebut Jerman sedang menghadapi gelombang ketiga pandemi Covid-19. Kondisi itu tak hanya berdampak pada kesehatan, tapi juga perekonomian. Menurutnya, sektor jasa di Jerman masih menderita.

"Memang masih bayak usaha yang harus dilaksanakan untuk menghadapi situasi pandemi akhir ini dalam gelombang ketiga yang bergulir bisa dikatakan paling besar. Kita harus berusaha memecahkan itu," ucap Merkel seperti disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (12/4).

(dhf/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER