Epidemiolog soal Wacana Penonton Hadiri Liga 1: Jangan Berani

CNN Indonesia | Sabtu, 17/04/2021 18:40 WIB
Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Hermawan Saputra mengingatkan sulit mengendalikan penonton untuk tertib di stadion selama pertandingan berlangsung. Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Hermawan Saputra mengingatkan sulit mengendalikan penonton untuk tertib di stadion selama pertandingan berlangsung. Ilustrasi. (iStockphoto/BlackJack3D).
Jakarta, CNN Indonesia --

Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Hermawan Saputra menyebut penonton belum saatnya menyaksikan langsung Liga 1 2021 dari stadion. Pasalnya, pandemi covid-19 belum berakhir.

Menurutnya, kegiatan tersebut tetap berpotensi menambah lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia meskipun pemerintah atau pihak penyelenggara membuat persyaratan tes GeNose sebelum masuk stadion.

Pernyataan Hermawan tersebut merespons Instruksi Presiden Joko Widodo yang membuka peluang penonton hadir secara fisik di stadion.


"Prasyarat GeNose? jangankan GeNose, PCR pun kalau dia negatif, tetap tidak boleh ada kerumunan dan keramaian di area tribun dengan ribuan penonton," ucap Hermawan kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (17/4).

"Sejujurnya Indonesia belum terkendali (laju Covid-19), jadi jangan terlalu berani," imbuhnya.

Dilihat dari berbagai sisi, Hermawan menilai sulit mengendalikan penonton untuk tertib di stadion. Sebab, menurutnya, tak ada jaminan penonton tidak akan terbawa suasana kerumunan ketika pertandingan berlangsung.

"Sepak bola sangat sensitif, belum saat yang tepat untuk penonton di stadion. Pasti ribuan orang. Susah diatur karena beragam latar belakang dan motif yang datang itu," ucapnya.

Hermawan menjelaskan sepak bola melibatkan dua tim yang akan membawa penontonnya masing-masing. Belum lagi, kata dia, banyak pendukung sepak bola yang fanatik.

"Di sana ada keramaian, kerumunan, teriak, bicara, yel-yel itu sangat sulit ya kalau kita lihat dari perspektif kesehatan saat ini," ujarnya.

Selain itu, ia juga menyarankan pemerintah dan pihak penyelenggara Liga 1 untuk berkaca pada penyelenggaraan liga-liga sepak bola di berbagai dunia.

Menurutnya, negara-negara yang sudah cukup bisa mengendalikan laju Covid-19 saja belum memberlakukan kebijakan tersebut.

Walaupun kasus masih ada, belum ada satupun liga di Eropa yang mengizinkan penonton langsung. Padahal, kasus covid-19 di negara-negara Benua Biru dianggap sudah terkendali atau melewati puncak. 

"Lihat, negara-negara Eropa seperti liga Inggris, Italia, Spanyol aja belum ada penontonnya masih hanya pemain," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengeluarkan instruksi agar Liga 1 2021 bisa disaksikan penonton dan disikapi cepat oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB). Salah satu opsi yang sedang dikaji LIB adalah calon penonton Liga 1 2021 akan dites dengan menggunakan GeNose.

Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, Jumat (16/4). Lukita mengatakan opsi penonton untuk Liga 1 2021 sedang dikaji dengan saksama. PT LIB juga akan meminta pendapat kepada Kementerian Kesehatan.

"Sejauh ini kami masih mengkaji, karena kajian ini buat kami harus komprehensif betul. Jangan sampai setengah-setengah. Karena kami mengkajinya sampai penonton yang bisa masuk, apakah sudah divaksin, atau antigen, atau GeNose," kata Lukita kepada CNNIndonesia.com

Sementara itu, kasus Covid-19 di Indonesia masih terbilang tinggi. Per tanggal 17 April 2021, kasus positif Covid-19 harian bertambah 5.041 kasus dengan total kasus keseluruhan 1.599.763 kasus, sedangkan kesembuhan bertambah 5.963 kasus, dan kematian bertambah 132 kasus.

(yla/sfr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK