Dibanding 2020, Jumlah Kebakaran di Jakarta Tahun Ini Menurun

CNN Indonesia | Senin, 19/04/2021 16:53 WIB
Meski angka kasus kebakaran menurun, tetapi jumlah korban jiwa akibat kebakaran meningkat. Kebakaran sudah terjadi lebih dari 300 kali di wilayah DKI Jakarta sepanjang Januari-April 2021 (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peristiwa kebakaran beberapa kali terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan di wilayah DKI Jakarta. Mulai dari Pasar Inpres, Jakarta Selatan hingga di permukiman padat penduduk di wilayah Tambora, Jakarta Barat.

Akan tetapi, merujuk data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, jumlah kasus kebakaran pada awal tahun ini cenderung menurun dibanding 2020 lalu.

Jumlah insiden kebakaran di Jakarta sejak Januari hingga Maret 2021 mencapai 331 insiden. Sementara pada periode yang sama tahun lalu, jumlah kebakaran di Jakarta terjadi 382 kali. Jumlah kebakaran di Jakarta berkurang sekitar 52 kasus pada 2021.


Akan tetapi, jumlah korban jiwa akibat kebakaran meningkat pada tahun ini. Tercatat ada 11 korban jiwa meninggal dunia yang mana 10 di antaranya tewas dalam insiden kebakaran di Matraman, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.

Sementara, pada periode yang sama tahun lalu jumlah korban jiwa hanya lima orang dan 24 orang luka-luka.

Selain itu, jumlah insiden kebakaran yang terjadi di bangunan perumahan atau pemukiman pada tahun ini juga meningkat drastis. Pada tahun ini tercatat 411 rumah hangus terbakar dari Januari hingga Maret.

Pada periode yang sama tahun lalu, jumlah bangunan perumahan atau pemukiman yang hangus terbakar lebih sedikit. Tercatat hanya ada 87 bangunan perumahan yang habis dilahap si jago merah.

Jika merujuk data kebakaran hingga 18 April 2021, maka ada 434 rumah yang terbakar. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding periode Januari-April 2020 yang mana ada 341 rumah terbakar.

Salah satu penyebab kebakaran marak di Jakarta karena korsleting listrik. Sampai dengan 18 April, 259 kebakaran di Jakarta disebabkan oleh korsleting listrik, 53 karena gas, dua karena lilin, tiga karena rokok, dan 63 disebabkan hal lainnya.

Mengenai hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengklaim bahwa tahun lalu pihaknya berhasil menekan jumlah angka kebakaran. Oleh karena itu, ia berharap ke depan jumlah kasus kebakaran di Jakarta dapat kembali berkurang.

"Alhamdulilah tahun lalu kita dapat mengurangi 31 persen penurunan jumlah kebakaran dibandingkan tahun sebelumnya. Mudah-mudahan tahun ini ke depan bisa lebih berkurang lagi," kata Riza, Senin (19/4).

Ia juga mengimbau agar warga tetap berhati-hati dalam menggunakan kompor gas maupun memastikan agar kabel yang digunakan dalam rumah sesuai standar yang berlaku.

"Mudah-mudahan warga Jakarta ke depan lebih berhati-hati. Yang pertama dalam penggunaan kompor, terutama kompor gas, kedua hati-hati dalam rangka kabel-kabel yang sudah lama, sudah lapuk kemudian stop kontak, saklar juga yang didobel-dobel, hati-hati," ungkap Riza.

(dmi/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK